ADVERTISEMENT

Tender Pengecatan Dome Gedung DPR Rp 4,5 Miliar Batal!

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 12:56 WIB
Suasana dome Gedung Nusantara DPR atau Gedung Kura-Kura di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2022).
Gedung DPR (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Tender pengecatan dome Gedung Nusantara DPR RI senilai Rp 4,5 miliar batal. Apa alasannya?

Keterangan tender batal itu tertera dalam situs LPSE DPR seperti dilihat Kamis (16/6/2022). Tender yang batal itu bernama 'Pengecatan Dome Gedung Nusantara DPR RI' dengan kode tender 735087.

"Tender batal," tulis situs tersebut.

Tender itu dibatalkan karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran. Tender ini sendiri diikuti 94 peserta.

"Tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran," tulis situs itu.

Sebelumnya, DPR menganggarkan Rp 4,5 miliar untuk pengecatan dome Gedung Nusantara. Anggarannya berasal dari APBN 2022.

Dilihat detikcom dari situs LPSE DPR, Selasa (17/5), paket tersebut memiliki kode tender 735087 dengan nama tender 'Pengecatan Dome Gedung Nusantara DPR RI'.

Screenshot laman LPSE DPRScreenshot laman LPSE DPR

"Tahun anggaran APBN 2022. Nilai pagu paket Rp 4.560.000.000 (Rp 4,56 miliar). Nilai HPS paket Rp 4.501.240.786 (Rp 4,50 miliar)," tulis situs itu.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar kemudian menjelaskan soal pengecatan dome gedung Nusantara atau gedung kura-kura mencapai Rp 4,5 miliar. Indra menjelaskan penganggaran itu untuk persiapan acara kenegaraan di akhir tahun.

"Kami melakukan kembali waterproofing untuk persiapan acara kenegaraan yang akan dilaksanakan pada 6 Agustus, yaitu Nota APBN pemerintah/presiden," kata Indra kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

"Kemudian tanggal 5-6 Oktober akan ada pertemuan G20 yang akan dihadiri oleh 20 kepala parlemen dunia plus undangan 20 parlemen dunia. Sekitar 40 ketua parlemen dunia pada 5-6 Oktober," lanjutnya.

Simak juga 'Melongok Penampakan Dome DPR, yang Biaya Pengecatannya Capai Rp 4,5 M':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT