ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

'Drama' Bertetangga Mursideh-Widya: Kronologi Penembokan Akses Rumah

Mulia Budi - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 18:27 WIB
Tembok halangi rumah warga bernama Mursideh di Pulogadung, Jakarta Timur, 3 Agustus 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Tembok menghalangi rumah warga bernama Mursideh di Pulogadung, Jakarta Timur, 3 Agustus 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Hidup bertetangga perlu dijaga agar tidak ada pihak yang sakit hati sehingga timbul 'drama', seperti yang sempat viral dari Pulogadung, Jakarta Timur ini: Gara-gara kesal, Widya membangun tembok yang menghalangi akses rumah keluarga Mursideh.

Lokasi tembok problematik ini ada di kawasan Jl Gading Raya, Gang VIII, RT 11 RW 10, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Dikumpulkan dari pemberitaan detikcom Do Your Magic hingga Senin (8/8/2022), berikut adalah kronologi masalah tembok Widya (46) yang menghalangi akses rumah keluarga Asep (62) dan Mursideh (58):

Sejak 1970-an

Mursideh pada Selasa (2/8) pekan lalu menjelaskan lahan yang kini dibangun tembok oleh Widya sudah ada sejak 1970-an namun sudah dihibahkan untuk akses rumah. Widya menyatakan lahan yang menjadi gang ini memang miliknya sejak dulu dan masih miliknya sampai sekarang.

Pada Rabu (3/8), Widya menjelaskan keluarganya punya surat legalitas kepemilikan sejak 1978. Lahan yang kini dia dirikan tembok itu adalah lahan miliknya.

Penembok akses rumah di Pulogadung, Widya.Widya (Mulia Budi/detikcom)

"Sejak 1978. Itu Desember 1978 dibeli sudah include (termasuk surat) dan sudah masuk, jadi tahun 1994 sudah disertifikat hak guna, kemudian hak milik," kata Widya.

Anak Mursideh bernama Anisa (40) juga sudah melihat surat kepemilikan lahan Widya itu. Dia mengakui lahan tempat tembok berdiri yang menghalangi akses rumah keluarganya itu adalah lahan keluarga Widya.

Hal yang bikin kesal Widya

Selama ini, lahan itu menjadi akses masuk rumah yang dihuni suami istri Asep-Mursideh dan keluarganya. Namun, seiring waktu berjalan, Widya, yang kini tinggal bersama ibunya, merasa tidak nyaman dalam hubungan bertetangga lantaran sering menerima penghinaan. Dia sakit hati atas perilaku keluarga Mursideh. Kekesalan itu terakumulasi dan akhirnya Widya memutuskan mendirikan tembok di depan rumah Mursideh.

"Masalah itu bukan fisik, tapi yang utama adalah psikis. Itu yang sulit sekali kami maafkan sehingga kami nekat ini," kata Widya.

Simak video 'Tetangga Beri Syarat Bongkar Tembok yang Tutupi Rumah Warga di Pulogadung':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, penembokan:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT