Harapan Mursideh yang Akses Rumahnya Ditembok Tetangga Sendiri

ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Harapan Mursideh yang Akses Rumahnya Ditembok Tetangga Sendiri

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 02 Agu 2022 21:02 WIB
Mursideh (58), ibu-ibu yang menghuni rumah di kawasan Pulogadung, rumahnya terhalang tembok tetangganya sendiri. (Mulia Budi/detikcom)
Mursideh (58), ibu-ibu yang menghuni rumah di kawasan Pulogadung, rumahnya terhalang tembok tetangganya sendiri. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Tanpa pemberitahuan, tukang bekerja membangun tembok di gang depan rumah Mursideh (58), Jumat (29/7/2022) kemarin. Mursideh hanya bisa mengelus dada sambil istigfar. Kini dia kesulitan keluar-masuk rumah. Dia berharap ada jalan keluar dari masalah ini.

Mursideh dan keluarga tinggal di Jl Gading Raya, Gang 8, RT 11 RW 10, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Kini dia sendiri tidak muat melewati celah tembok itu. Jalan yang paling mungkin bagi perempuan paruh baya ini adalah lewat atas, yakni lewat balkon tetangga-tetangganya. Dia ingin tembok yang dibangun tetangganya ini dibongkar sehingga gang bisa dilaluinya seperti semula.

"Harapan saya cuma intinya itu minta dibuka seperti biasa dan kita sudah tidak ada masalah lagi, yang lalu-lalu dah kita buka lembaran baru seperti biasa lagi," kata Mursideh kepada detikcom, Selasa (2/8).

Dia mencoba-coba mengingat, salah apa gerangan yang diperbuat keluarganya sehingga tetangganya tega menembok akses rumahnya. Dia memperkirakan ini karena masalah sepeda motor anaknya bernama Firmansyah (34) yang sering parkir di gang ini. Namun ini juga tidak pasti.

"Ya kalau untuk baru-baru ini ya parkir motor itu. Laporan RT, RW, lurah, ya motor itu," kata Firmansyah.

Tembok halangi akses rumah warga di Jl Gading Raya, Kelurahan Pisangan, Pulogadung, Jakarta Timur, 2 Agustus 2022. (Mulia Budi/detikcom)Tembok menghalangi akses rumah warga di Jl Gading Raya, Kelurahan Pisangan, Pulogadung, Jakarta Timur, 2 Agustus 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Tiga kali mediasi ternyata tidak membuat tembok itu runtuh dengan suatu kesepakatan positif. Bahkan sebelumnya, Mursideh sudah berusaha meminta maaf kepada tetangganya supaya tembok itu tidak dibangun menghalangi akses rumahnya, namun sia-sia saja.

"Kita sudah minta maaf kemarin kalau ada kesalahpahaman barangkali ya, dari ucapan salah paham lah istilahnya, minta maaf," kata Mursideh.

Simak juga 'Saat Akses Jalan di Duren Sawit Jaktim Ditutup Tembok, Ini Penampakannya':

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT