ADVERTISEMENT

Polisi Ceritakan Detik-detik Selamatkan Ade Armando Saat Dikeroyok

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 03 Agu 2022 16:19 WIB
Sidang Pengeroyokan Ade Armando (Wilda-detikcom)
Sidang Pengeroyokan Ade Armando (Wilda/detikcom)
Jakarta -

I Wayan Maranggi, polisi yang menyelamatkan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando, menceritakan detik-detik pengeroyokan yang terjadi di depan gedung DPR, Jakarta, beberapa waktu lalu. I Wayan kala itu bertugas mengamankan demo di depan gerbang DPR.

Hal itu diungkap I Wayan saat menjadi saksi di sidang kasus pengeroyokan terhadap Ade Armando di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2022). I Wayan merupakan aparat kepolisian dari Polsek Tanah Abang yang bertugas mengamankan massa demo.

"Polsek Tanah Abang mengamankan massa yang ricuh, bikin video, foto, kalau terjadi chaos," kata I Wayan.

Saat itu, kata I Wayan, situasi demo di depan gedung DPR berakhir ricuh. Dia lalu mendengar teriakan minta tolong dari seorang laki-laki yang memberi tahu Ade Armando dikeroyok massa.

"'Tolong ada yang meninggal nih Ade Armando', saya lihat yang teriak satu, laki-laki. Saya tidak tahu persis, laki-laki masih muda di gerbang itu kepalanya, dia teriak-teriak," ungkapnya.

Mendengar teriakan itu, I Wayan mengaku langsung bergegas mengamankan Ade Armando. Dia menerobos para pengeroyok yang ada di lokasi dan melihat Ade Armando sudah tergeletak.

"Pada saat itu di depan gerbang DPR ada yang melihat teriak-teriak ada orang dipukulin, di pintu teriak, diperintah kan pimpinan untuk keluar mengamankan Ade Armando. Setelah diamankan, saya juga ikut mengamankan Ade Armando," kata I Wayan.

"Saat itu saya menerobos ke pengeroyok tersebut, dekat 10 meter, pada saat itu sudah selesai karena yang dipukuli sudah tergeletak," sambungnya.

I Wayan menyebut saat itu Ade Armando sudah tidak berpakaian lagi. Bahkan, kata I Wayan, wajah Ade Armando penuh dengan luka-luka. Dia pun saat itu langsung membopong Ade Armando dan membawanya masuk ke gedung DPR.

"Saya antar sudah tidak pakai baju, luka-luka di muka, yang lain saya tidak lihat, saya lihat mukanya saja. Setelah itu dibawa ke dalam DPR dibopong, setelah masuk ke dalam massa melempari batu," ujar I Wayan.

Saat bertugas kala itu, I Wayan mengaku tidak memakai seragam polisi. Dia bertugas monitoring penjagaan demo di depan gedung DPR.

"(Bentuk pengamanannya) menjaga saya, karena kalau yang lain ada tim khususnya, saya pengamanan di depan itu monitoring, nanti laporkan ke pimpinan, tidak menggunakan seragam (polisi)," ujarnya.

Simak halaman selanjutnya

Saksikan Video 'Ade Armando Salaman dengan Terdakwa Pengeroyokan: Saya Percaya Kamu Baik':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT