ADVERTISEMENT

Ade Armando Cerita Ditanya Emak-emak 'Anda dari Padang' Sebelum Dikeroyok

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 27 Jul 2022 19:20 WIB
Ade Armando dihadirkan jaksa sebagai saksi sidang kasus pengeroyokan kepada dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Ade Armando buka suara momen kejadian tersebut.
Ade Armando (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando bercerita perihal insiden pengeroyokan yang terjadi di depan gedung DPR, Jakarta. Ade mengatakan, sebelum insiden itu, dirinya sempat didatangi dan dituding emak-emak sebagai penista agama dan memalukan orang Padang.

Hal itu disampaikan Ade saat bersaksi di sidang 6 pengeroyoknya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2022). Mulanya pada 11 April lalu, Ade bersama sejumlah teman datang ke gedung DPR, Jakarta, untuk melihat bagaimana cara meliput unjuk rasa yang saat itu tengah berlangsung.

"Pada tanggal 11 April itu, saya bersama-sama sejumlah teman saya itu datang ke lokasi terjadinya unjuk rasa mahasiswa di depan gedung DPR, ketika itu saya sebagai ketua dari pergerakan Indonesia, itu saya sedang berusaha pertama-tama melakukan peliputan terhadap unjuk rasa tersebut," kata Ade.

"Kemudian pada saat yang sama kebetulan di kelompok saya tersebut, memang ada dua anak muda yang baru saja bergabung dengan kami dan saya sedang berusaha mengajarkan tentang bagaimana cara terbaik untuk melakukan peliputan unjuk rasa," sambungnya.

Mulanya, kata Ade, semua berjalan baik dan tidak ada kejadian apa pun. Sampai tiba-tiba ada seorang ibu-ibu yang mengajaknya bicara dan bertanya kota asal Ade Armando.

"Saya tidak tahu persis tapi kalau yang dikatakan apa yang terjadi pada hari itu, mula-mula semua berjalan baik, saya datang sekitar pukul 13.00 WIB atau pukul 14.00 WIB saya melakukan peliputan bersama teman-teman, Sempat ada seorang ibu-ibu yang mengajak saya bicara dan mempertanyakan 'anda dari Padang' begitu," kata Ade meniru ucapan ibu-ibu tersebut.

Saat itu, Ade pun mengamini dirinya berasal dari Padang. Namun, kata Ade, ketika ditanya apa maksud pertanyaan itu, ibu-ibu itu langsung pergi.

"Terus saya bilang ya saya dari Padang, kenapa? Kalimat-kalimat anda seperti apa dia bilang tidak cukup jelas, saya tanya ulang dia pergi," kata Ade.

Kemudian saat situasi unjuk rasa di depan gedung DPR itu ricuh, Ade mengaku langsung mengajak anak buahnya untuk pulang. Namun tiba-tiba, dia ditanya lagi oleh seorang ibu-ibu yang membuat dirinya menghentikan gerak langkahnya menuju mobil.

"Ketika itu singkat kata begini, tidak ada masalah sama sekali, sampai kemudian ketika saya mulai bergerak menuju mobil bersama teman-teman saya, mula-mula ada seorang ibu yang lagi-lagi menghentikan perjalanan kami dan mengatakan sesuatu saya sendiri tidak terlalu jelas, pokoknya dia menyebut kata Padang dan seterusnya. Saya jawab lagi 'maksud Ibu apa?' kemudian dia bergerak meninggalkan saya lagi," kata Ade.

Tak lama setelah itu, Ade mengaku mendapat serangan pukulan di kepala bagian belakang dan wajah hingga membuatnya sempoyongan. Ade menyebut kala itu juga dirinya terjatuh dan merasakan tendangan berkali-kali.

"Tidak lama kemudian saya mulai merasakan ada orang yang memukul saya ketika saya berbalik tiba-tiba, serangan-serangan itu datang bertubi-tubi, mula-mula ke kepala saya dari belakang, kemudian ke muka saya, kemudian saya teruyung-uyung saya jatuh, begitu saya jatuh saya ditendangi berulang-ulang oleh orang-orang tersebut saya akibatnya harus menutupi kepala saya dengan menaikkan tangan saya dua untuk melindungi kepala saya," kata Ade.

Ade merasa heran mengapa dirinya diserang oleh sekelompok massa itu. Namun, Ade sempat mendengar ada teriakan massa yang terus menyebut namanya sambil mengucapkan 'keroyok'.

"Saya betul-betul tidak tahu mengapa saya diserang, saya dengar ada teriakan 'Ade Armando'," kata Ade.

"Ada teriakan 'Ade Armando'? Apa yang diserukan dari teriakan itu?" tanya jaksa.

"Yang saya ingat 'ini Ade Armando, ini Ade Armando keroyok, keroyok' Saya lupa persis apakah karena semakin lama tidak jelas omongannya apakah ada kaitannya dengan orang ini menista agama atau apa saya lupa," kata Ade.

Jaksa lalu bertanya apakah 6 terdakwa ini yang mengeroyoknya pada saat itu. Ade mengaku tidak tahu dan tidak melihat jelas.

"Saya harus katakan tidak pasti apakah ini adalah orang-orang yang saya lihat langsung memukuli saya," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, pengacara 6 terdakwa bertanya kepada Ade Armando perihal apa yang diucapkan ibu-ibu saat mendatanginya itu sebelum dikeroyok. Ade menyebut ibu-ibu itu sempat berkata malu dan membawa-bawa kota Padang.

"Tadi katanya sempat didatangi ibu-ibu. Bilang apa dia?" kata pengacara.

"Dua kali ya. Mula-mula, sebelum menjelang pemukulan ada seorang ibu mendatangi saya mengatakan, saya lupa persisnya tapi kira-kira 'sebagai orang Padang saya malu dengan Anda'. Saya terus berusaha mengejar ulang dan mempertanyakan maksud anda apa. Kemudian ibu itu pergi, yang kedua kurang lebih sama," jawab Ade.

Pengacara membacakan BAP yang menyebut ibu-ibu itu mengatakan Ade Armando sebagai penista agama. Ade mengaku sudah lupa. Namun, kata Ade, bila itu ada di BAP berarti keterangan itu benar adanya.

"Di BAP saksi menyebut ibu itu menyebut saksi sebagai penista agama, disuruh menyesal?" tanya pengacara.

"Mungkin, saya lupa. Artinya kalau saya jawab itu di BAP saya sampaikan tidak lama setelah kejadian, saya rasa itu benar," ujarnya.

Lihat Video: Ade Armando Trauma Usai Dikeroyok: Risau Saat di Ruang Publik

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT