ADVERTISEMENT

Ade Armando Cerita Detik-detik Celananya Ditarik: Itu Memalukan!

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 27 Jul 2022 20:13 WIB
Ade Armando bersiap menjadi saksi kasus pengeroyokan terhadap dirinya. Begini penampilan terkini Ade Armando.
Ade Armando (A. Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando, menceritakan detik-detik pengeroyokan terhadap dirinya di depan gedung DPR, Jakarta. Ade mengatakan saat itu tidak hanya mendapat pukulan, tapi juga celananya ditarik-tarik.

Mulanya, jaksa penuntut umum bertanya unjuk rasa apa yang terjadi sehingga Ade datang ke gedung DPR. Ade menyebut kala itu ada unjuk rasa dari mahasiswa yang meminta DPR tidak mengamendemen Undang-Undang 1945.

"Demo utamanya adalah meminta agar DPR jangan sampai mengamendemen Undang-Undang 1945, dalam kaitannya terutama dengan pemilihan presiden yang semula dinyatakan maksimal dua kali, diminta agar diamendemen agar lebih bisa dua kali," kata Ade saat menjadi saksi korban di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakpus, Rabu (27/7/2022).

Singkat cerita, unjuk rasa berakhir ricuh. Tiba-tiba, kata Ade, dia mendapat pukulan dari berbagai arah oleh beberapa orang.

"Jadi mula-mula satu orang memukul, dari belakang, lalu tiba-tiba seperti memicu ya kemudian saya merasakan pukulan itu datang dari depan samping semua dan itu bertubi-tubi karena saya tahu pasti bukan satu orang yang memukuli saya," katanya.

Ade menyebut pukulan itu membuatnya sampai terjatuh. Bahkan, setelah dipukul, Ade mendapat tendangan bertubi-tubi ke arah kepala bagian belakang.

"Mula-mula pukulan tangan, kemudian karena saya juga dipukul di belakang, saya terjatuh. Ketika saya terjatuh ketika itulah kemudian bukan hanya dipukul tapi ditendang berulang-ulang dan terutama seperti saya katakan tadi diarahkannya ke arah kepala bagian belakang saya," ungkap Ade.

Tak hanya pukulan, Ade menyebut dia juga sempat diinjak-injak massa. Bahkan, menurut Ade, celananya juga ditarik-tarik.

"Itu perkara cukup viral ya, waktu itu sampai mohon maaf ya celananya sampai ditarik? Saudara sadar?" tanya jaksa.

"Sadar, ketika saya mulai terjatuh saya mulai merasakan, saya bukan hanya dipukuli tapi celana saya berusaha ditarik," jawab Ade.

"Waktu itu diinjak-injak apa dipukul?" tanya jaksa lagi.

"Dipukul, ditendang, diinjak, tapi ada yang menarik celana saya, saya berusaha tahan celana saya karena saya merasa bagaimanapun itu memalukan," ujar Ade.

Ade berusaha untuk menahan celananya agar tidak lepas. Namun, hantaman pukulan itu membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa. Ade menyebut tindakan menarik celananya itu sangat memalukan.

"Tapi akhirnya karena saya juga harus melindungi kepala saya, melindungi badan saya, saya tidak mungkin lagi menahan celana saya sehingga akhirnya celana bisa diturunkan," kata Ade.

Ade menyebut pengeroyoknya saat itu tidak memakai almamater layaknya mahasiswa. "Tidak ada satu pun yang memakai pakaian mahasiswa, bukan mahasiswa," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT