ADVERTISEMENT

Ade Armando Ngaku Masih Trauma Usai Dikeroyok, Butuh Waktu Maafkan Pelaku

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 27 Jul 2022 21:16 WIB
Ade Armando dihadirkan jaksa sebagai saksi sidang kasus pengeroyokan kepada dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Ade Armando buka suara momen kejadian tersebut.
Ade Armando (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando mengaku masih trauma pascainsiden pengeroyokan yang terjadi kepadanya April lalu saat demo di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta. Ade mengatakan akhir-akhir ini seringkali merasa risau bila berada di ruang publik.

"Terus terang sudah (bisa beraktivitas), yang barangkali saya masih punya perasaan adalah kerisauan kalau saya berada di ruang publik, karena apa yang (terjadi) itu terus terang masih mengganggu saya, masih traumatik saya dari apa yang terjadi karena saya tidak membayangkan di sebuah ruangan seperti itu di mana ada begitu banyak orang, terjadi pengeroyokan sejahat itu," kata Ade saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakpus, Rabu (27/7/2022).

Hakim ketua Dewa Ketut Kartana kemudian bertanya apakah Ade akan memaafkan 6 terdakwa yang melakukan pengeroyokan. Ade lalu bercerita beberapa hari lalu ibu terdakwa Al Fikri Hidayatullah mendatangi rumahnya dan meminta maaf.

"Saudara saksi, kalau ada yang mau minta maaf sekarang, mau tidak Saudara memaafkan?" tanya hakim ketua Dewa.

"Kalau kemarin saya dengan segera memberikan maaf karena serius, saya disuruh ibunya datang, bercerita tentang anaknya dan lawyernya juga hubungi saya menceritakan duduk perkaranya," jawab Ade Armando.

Saat itu, Ade dan pengacara sempat berdiskusi dan mempertimbangkan permintaan maaf dari ibunda Fikri itu. Pada akhirnya, kata Ade, dirinya pun memaafkan Fikri.

"Saya tidak langsung memberikannya, saya juga bertanya kepada penasihat hukum saya, mempertimbangkannya kemudian saya pikir ya kenapa tidak, orang sudah minta maaf kok, dia mengakui, dia mungkin khilaf atau apalah, ya saya maafkan," ujar Ade.

Namun, kata Ade, untuk sekarang, dirinya tidak bisa memberikan maaf secara tiba-tiba. Ade mengaku perlu waktu untuk memaafkan para pengeroyoknya itu.

"Tapi kalau sekarang tiba-tiba, saya butuh waktu barangkali Pak Hakim," ujar Ade.

Hakim mencoba menasihati Ade dan berkata bahwa sesama manusia harus saling memaafkan. Tentu, kata hakim, hal itu tidak membuat proses hukum yang tengah berjalan saat ini kemudian menjadi berhenti.

"Kan maksudnya sesama manusia, proses ini tetap berjalan, harus diputus kalau bersalah ya kita nyatakan bersalah, tetap minta pertimbangan dulu," kata hakim ketua Dewa.

Ade kemudian menimpali pernyataan hakim. Kata Ade, persidangan ini harus tetap berjalan.

"(Persidangan) harus tetap berjalan," ujar Ade Armando.

Simak isi dakwaan pada halaman berikut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT