ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Usai Rapat Disdik DKI, Warga Terhalang Tembok SMKN 69: Kita Diminta Sabar

Mulia Budi - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 18:41 WIB
Warga belakang tembok SMKN 69 Jakarta, usai rapat bersama Dinas Pendidikan DKI dan pihak sekolah SMKN 69 Jakarta, 1 Juli 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Warga belakang tembok SMKN 69 Jakarta seusai rapat bersama Dinas Pendidikan DKI dan pihak sekolah SMKN 69 Jakarta, 1 Juli 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Rapat pertemuan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta bersama warga dan pihak SMKN 69 Jakarta telah selesai. Warga diminta bersabar menanti keputusan terkait permohonan akses jalan yang terhalang tembok SMKN 69.

"Jadi mereka meminta ke kita supaya bersabar dululah karena ini termasuk keputusan institusi, kata dia gitu. Jadi kita disuruh bersabar," kata salah satu warga yang rumahnya terhalang tembok SMKN 69 Jaktim, Robert Siitonga, saat ditemui seusai rapat di kantor Disdik DKI, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022).

Warga tinggal di sekitar Jl Swadaya Rawabadung, yakni di Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, RT 11 RW 007, di belakang tembok SMKN 69 Jakarta. Tembok itu mulai dibangun pada 2019, namun kemudian menutup sempurna di depan rumah seorang warga bernama Bresman Marboen pada 14 April lalu.

Robert mengatakan, dalam rapat pembahasan tadi, Lurah Cakung juga berjanji akan datang langsung ke lokasi. Lurah Cakung sebut Robert bakal mendatangi rumah warga yang terhalang tembok SMKN 69 Jakarta

"Dan Pak Lurah tadi berjanji mau datang survei langsung ke tempat kita," ujarnya.

Dia mengatakan aspirasi warga telah didengar oleh Disdik DKI dalam rapat pertemuan itu. Dia menyebut banyak hal yang dijelaskan warga mengenai permasalahan permohonan akses jalan tersebut.

"Saat ini dia menerima masukan yang konkretlah, kayak ceritanya begitu. Jadi selama ini dia kan menerima informasi simpang siur tuh, ketahuannya ya kayak tadi, ini begini, ini begini, nah begitu kita terangkan, 'oh begitu' 'oh begitu' gitu lho," tuturnya.

Permukiman di sebalik tembok SMKN 69, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, RT11/RW7, 21 April 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)Permukiman di sebalik tembok SMKN 69, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, RT11/RW7, 21 April 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

Kemudian warga lainnya, Bresman Marboen, mengatakan Disdik DKI belum bisa memberikan keputusan atas permohonan warga. Dia menyebut belum ada informasi bakal diadakan pertemuan selanjutnya atau tidak.

"Jadi intinya mereka belum bisa menentukan tapi aspirasi kita sudah diterima," kata Bresman Marboen.

Tembok SMKN 69 Jaktim yang halangi akses rumah warga. 19 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)Tembok SMKN 69 Jaktim yang menghalangi akses rumah warga. 19 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Sementara itu, kuasa hukum Bresman Marboen, Yuni Erlianus Telaumbanua, mengatakan pihaknya telah meminta supaya permohonan warga dikabulkan. Menurutnya, warga Jl Swadaya Rawabadung sangat membutuhkan akses jalan tersebut.

"Kita sudah menyampaikan permohonan warga ini tolong dikabulkan. Terlepas dari hal itu, masyarakat ini sangat membutuhkan, kenapa? Terkait dengan hal-hal yang tidak diinginkan, contohnya ada kemalangan, ada warga sakit, ada kebakaran, dan mereka itu yang berada di belakang SMKN 69 itu ada sekitar 500 KK. Jadi mereka sangat butuh sekali ini jalan ya, jadi mereka sudah cukup menderita," kata Yuni Erlianus Telaumbanua.


Inginkan keputusan segera

Warga ingin keputusan segera terucap untuk menjadi solusi masalah tembok SMKN 69 yang menghalangi akses mereka. Soalnya, warga sudah terhalang tembok sejak 2019.

"Kami sebagai warga meminta tadi kami tidak mau berlama-lama, tolong secepatnya informasikan, karena kami sudah terlalu lama menunggu, udah dua tahun lebih ya. Kan dari 2019, ini 2022," Robert Siitonga.

Dinas Pendidikan (Disdik DKI) Jakarta. (Mulia Budi/detikcom)Dinas Pendidikan (Disdik DKI) Jakarta. (Mulia Budi/detikcom)

Dia mengaku bersyukur aspirasi warga diterima dalam rapat pertemuan tersebut. Dia berharap akan segera ada titik terang terkait permohonan akses jalan warga.

"Begitu melihat situasinya tadi itu besar harapan kami ada titik terangnya lah, gitu aja harapan kita," ujarnya.

Warga belakang tembok SMKN 69 Jakarta, usai rapat bersama Dinas Pendidikan DKI dan pihak sekolah SMKN 69 Jakarta, 1 Juli 2022. (Mulia Budi/detikcom)Warga belakang tembok SMKN 69 Jakarta seusai rapat bersama Dinas Pendidikan DKI dan pihak sekolah SMKN 69 Jakarta, 1 Juli 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Bresman Marboen mengaku bakal menghubungi kembali pihak Disdik DKI pada minggu depan. Hal itu dilakukan untuk memantau kelanjutan permohonan akses jalan warga usai rapat tadi siang.

"Nanti kita hubungilah seminggu lagi bagaimana pastinya, kan gitu, iya, follow up-nya bagaimana," ujar Bresman Marboen.

Kemudian, Yuni Erlianus Telaumbanua mengatakan Wakadisdik DKI Jakarta Purwosusilo turut hadir dalam rapat tersebut. Yuni menyebut Disdik DKI belum bisa memberikan keputusan atas permohonan warga dan meminta warga untuk bersabar.

Lihat juga video 'Dulu Geram Tendang Tembok, Kini Ganjar Beri Jempol Renovasi SMAN Tawangmangu':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT