Warga Dukung Buang Sampah Sembarangan di Dukuh Atas Disanksi, tapi...

ADVERTISEMENT

Warga Dukung Buang Sampah Sembarangan di Dukuh Atas Disanksi, tapi...

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 20:38 WIB
Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, dilaporkan banyak sampah berserakan. Sejumlah warga mendukung wacana buang sampah sembarangan disanksi. (Rakha A/detikcom)
Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, dilaporkan banyak sampah berserakan. Sejumlah warga mendukung wacana buang sampah sembarangan disanksi. (Rakha A/detikcom)
Jakarta -

Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, dilaporkan banyak sampah berserakan seiring ramainya warga yang berkunjung. Sejumlah warga mendukung wacana pembuang sampah sembarangan dikenai sanksi.

Namun warga juga meminta tong sampah diperbanyak Sebab, banyaknya sampah berserakan dinilai juga lantaran minimnya ketersediaan tong sampah.

"Menurut saya, faktor utamanya bukan karena orangnya, tapi benar-benar sarananya jauh-jauh banget lihat aja ke sana, sampai sana enggak ada (tempat sampah). Itu yang harus dibenahi menurut saya," kata seorang warga bernama Ahmad (26) saat ditemui di area Dukuh Atas, Selasa (5/7/2022).

Menurutnya, jarak tong sampah di area Dukuh Atas sangat berjauhan. Dia meminta tong sampah ditambah sehingga jaraknya tidak saling berjauhan.

"Jarak tempat di sini jauh dari sana ke sana. Saya aja nyari tempat sampah ke belakang tadi harus ke tong sampah. Jadi tempat sampah itu ya minimal 15 meter lah soalnya di sini lumayan padat juga," ucap Ahmad.

Dia menyebut area Dukuh Atas belakangan ini semakin banyak sampah. Ahmad mendukung rencana penerapan sanksi dari Pemprov DKI bagi pengunjung bandel yang kerap buang sampah sembarangan.

Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, dilaporkan banyak sampah berserakan. Sejumlah warga mendukung wacana buang sampah sembarangan disanksi. (Rakha A/detikcom)Petugas PPSU atau pasukan oranye membersihkan Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat (Rakha A/detikcom)

"Setuju sih, pasti. Pertama untuk kebaikan lingkungan. Tidak hanya di sini saja, tapi di semua tempat harus kaya gini, dengan adanya aturan itu harusnya di semua tempat," jelas Ahmad.

Warga lainnya yang bernama Andes (18) mengeluhkan hal serupa. Dia pun mendukung langkah Pemprov DKI memberi sanksi warga yang membuang sampah sembarangan.

"Kalau ada peraturan kayak gitu sih bagus ya. Cuma kalau misalnya ada peraturan kayak gitu, fasilitas kayak tong sampah segala macem harusnya di titik-titik tong sampah ke satunya itu nggak terlalu jauh, biar orang nggak males lah," papar Andes.

"Dengan adanya peraturan berarti siap menyediakan fasilitasnya juga gitu sih," imbuhnya.

Lihat video 'Selain untuk Nongkrong, Taman Dukuh Atas BNI Jadi Tempat Adu Outfit':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

DKI Siapkan Sanksi bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menerima laporan banyaknya pengunjung kawasan Dukuh Atas kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Diketahui, kawasan itu akhir-akhir ini banyak disambangi remaja asal Citayam hingga Bojong Gede, Jawa Barat.

"Kemarin kita baru dapat laporannya. Ternyata di sana itu tempat kumpul tapi juga mereka masih kurang peduli dengan lingkungan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (5/7).

Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, dilaporkan banyak sampah berserakan. Sejumlah warga mendukung wacana buang sampah sembarangan disanksi. (Rakha A/detikcom)Pemprov DKI menerima laporan anak nongkrong di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, tak menjaga kebersihan. (Rakha A/detikcom)

Asep menuturkan pihaknya akan menempatkan petugas Dinas LH di sekitar lokasi untuk mengingatkan semua pihak menjaga kebersihan lingkungan. Nantinya pihak yang membuang sampah sembarangan akan diberi sanksi.

"Jadi mungkin insyaallah nanti, dalam pekan ini, kita coba taruh petugas di sana untuk mensosialisasikan kebersihan," ujarnya.

Pihaknya juga bakal memberlakukan penindakan bagi pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Sejauh ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat Satpol PP untuk penerapan sanksi.

"Iya, kita sosialisasikan, kita tegur, kemarin kita juga sudah koordinasi dengan Pak Satpol PP DKI, dan mudah-mudahan sudah bisa ada (petugas di Terowongan Kendal). Awalnya kita mengimbau, tapi nanti akan ada penindakan," tegasnya.

(rak/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT