ADVERTISEMENT

Kenangan dan Kesan Para Tokoh Lepas Kepergian Tjahjo Kumolo

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2022 08:46 WIB
Jakarta -

Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo meninggal dunia usai sempat dirawat intensif di rumah sakit. Sejumlah tokoh mengungkap cerita dan kesan sosok Tjahjo Kumolo untuk melepas kepergian kader PDIP legendaris itu.

Tjahjo Kumolo dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat. Sebelum meninggal, Tjahjo Kumolo dirawat karena ada infeksi di paru-paru. Tjahjo dimakamkan secara militer di TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

"Iya (meninggal dunia)" kata Wakil Ketua Komisi II DPR F-PDIP Junimart Girsang. saat dihubungi, Jumat (1/7).

Junimart mengatakan mendapat informasi dari Kepala BKN. Dia menyebut Tjahjo Kumolo meninggal pukul 11.10 WIB.

"Dapat info dari Ka-BKN tadi berpulang jam 11.10 WIB," ucapnya.

Jokowi Berduka Tjahjo Kumolo Wafat

Presiden Jokowi menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya Tjahjo Kumolo. Jokowi mengenang Tjahjo sebagai tokoh pemuda dan politisi.

"Saya tengah berada dalam lawatan di luar negeri ketika mendengar kabar duka dari Tanah Air bahwa Bapak Tjahjo Kumolo telah berpulang ke Rahmatullah di Jakarta pada hari Jumat pukul 11.10 WIB. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun," tulis Jokowi di akun Instagram-nya seperti dilihat detikcom, Jumat (1/7).

"Semasa hidupnya, almarhum Tjahjo Kumolo adalah seorang tokoh pemuda, politisi, dan berpulang di puncak pengabdiannya kepada negara sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi," imbuh Jokowi.

Jokowi mendoakan amal ibadah Tjahjo diterima Allah SWT. Jokowi juga berdoa keluarga yang ditinggalkan tabah.

"Atas nama pemerintah, negara, dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga segala amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, dan segenap keluarga yang ditinggalkan kiranya kuat dan tabah," ujar Jokowi.

Ma'ruf Cerita Rajinnya Tjahjo Melapor

Wapres Ma'ruf Amin menyalatkan jenazah Tjahjo Kumolo. Ma'ruf mengatakan Tjahjo merupakan menteri rajin dalam kabinet Jokowi.

"Kita kehilangan orang baik, orang yang selama ini mengabdi pada bangsa dan negara. Beliau sebelumnya jadi Menteri Dalam Negeri, MenPAN-RB, yang saya tahu kebetulan di bawah koordinasi saya tentang masalah reformasi birokrasi beliau terus bekerja siang malam melakukan langkah-langkah reformasi birokrasi untuk membangun sistem melakukan perubahan besar," ujar Ma'ruf di KemenPaN-RB, Jumat (1/7).

"Tapi Allah menghendaki beliau sampai di sini, karena itu kita doakan mudah-mudahan diterima Allah, saya yakin beliau orang baik dan jasanya pada bangsa dan negara," sambungnya.

Ma'ruf Amin menyebut Tjahjo sebagai menteri rajin. Sebab, kata Ma'ruf, Tjahjo selalu memberikan laporan kerjanya dalam bentuk buku.

"Beberapa waktu lalu saya selalu konsultasi dengan beliau dan beliau selalu memberi buku saya laporan-laporannya bentuk buku rajin sekali, setiap sidang kabinet ada buku diberi ke saya ke Pak Jokowi. Jadi report-nya dibuat dalam bentuk buku. Ada segini (tebal) beberapa kali, jadi beliau bekerja," kata Ma'ruf.

Megawati Sedih Tjahjo Kumolo Meninggal

Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani melayat ke rumah duka Tjahjo Kumolo. Dia mengatakan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sangat bersedih saat mengetahui kabar meninggalnya Tjahjo.

"Ibu Mega menyampaikan hal yang sama turut berdukacita. Beliau sangat bersedih hati karena kehilangan salah satu adik yang selama ini selalu ikut mendukung dan berjuang bersama," kata Puan di rumah duka Tjahjo Kumolo di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (1/7).

Puan pun menyampaikan pesan lain dari Megawati. Dia mengatakan Megawati meminta seluruh kader PDIP memberi penghormatan terbaik untuk Tjahjo Kumolo.

"Tentu saja menugaskan kita semua kader PDIP untuk bisa mengantarkan Pak Tjahjo ke tempat persamayaman terakhir," katanya.

Selain itu, Puan menyebut Tjahjo Kumolo memiliki hubungan spesial dengan keluarganya. Dia mengatakan dirinya memiliki panggilan khusus kepada Tjahjo Kumolo.

"Salah satu orang dekat dengan keluarga kami, maka saya manggil beliau 'om' karena saya sudah kenal dari kecil. Anak-anak saya panggil dia 'eyang' karena sudah kenal dari kecil," katanya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT