ADVERTISEMENT

Beda 'Semut Merah' PKS dan Demokrat usai Gerindra PKB Makin Mesra

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2022 05:30 WIB
Pertemuan elite Gerindra dan PKB
Partai Gerindra dan PKB sepakat membangun koalisi untuk 2024. (Anggi Muliawati/detikcom)

"Bagi PKS, Gerindra dan PKB adalah sahabat. Dan kami menghormati keputusan koalisi tersebut," kata Kholid.

Kholid mengungkapkan PKS hingga saat ini belum menentukan akan berkoalisi dengan partai manapun. Keputusan dalam berkoalisi nantinya akan ditentukan oleh Majelis Syuro PKS.

"Sampai detik ini PKS belum menentukan akan berkoalisi dengan partai mana saja karena kewenangan tersebut ada di Majelis Syuro," paparnya.

PD Sebut Lebih dari 2 Paslon di 2024

Partai Demokrat menyambut baik koalisi yang dibentuk Partai Gerindra dan PKB. Demokrat menilai koalisi tersebut sudah bisa mengantongi tiket untuk mengusung capres di Pemilu 2024.

"Kami menghargai dan menghormati kesepakatan untuk berkoalisi yang telah terbangun antara Partai Gerindra dan PKB. Koalisi 2 partai ini telah cukup untuk mendapatkan tiket Pilpres 2024 melewati ambang batas 20% perolehan kursi di DPR," ungkap Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani kepada wartawan, Jumat (1/7).

Kamhar mengungkapkan Demokrat selama ini sudah menjalin kerja sama dengan Gerindra dan PKB. Kedua partai itu disebut memiliki kesamaan dengan Demokrat tentang Indonesia.

"Partai Demokrat juga telah membangun komunikasi dengan 2 partai ini, dengan Cak Imin maupun dengan Pak Prabowo. Ada kesepahaman bahwa Indonesia butuh perubahan," kata Kamhar.

Dirinya berpandangan terbentuknya koalisi Gerindra dan PKB membuka peluang untuk hadirnya poros ketiga saat Pemilu 2024. Artinya, Capres di 2024 nanti disebut Kamhar bisa lebih dari dua pasang calon.

"Terbentuknya koalisi ini semakin membuka peluang bahwa poros koalisi yang akan terbangun pada 2024 nanti lebih dari dua. Itu berarti hampir bisa dipastikan kontestasi Pilpres 2024 akan diikuti lebih dari dua pasang calon," ujarnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Saksikan juga: Legalisasi Ganja Medis Demi Sang Buah Hati

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT