ADVERTISEMENT

Gerak Maju DPR Saat Bu Santi Berharap Ganja Medis untuk Anak

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 08:00 WIB

Dasco mengatakan akan menindaklanjuti aspirasi dari Santi terkait penerapan pengobatan menggunakan ganja di Indonesia. Menurut Dasco, aspirasi Santi akan coba diakomodasi dalam pembahasan revisi Undang-Undang tentang Narkotika yang kini sedang berjalan di DPR.

"Setelah mendengarkan maka kami akan mengambil langkah-langkah untuk mendorong rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR yang kebetulan sedang membahas revisi UU Narkotika. Kalau sempat minggu ini, kalau tidak, sebelum reses kita sudah minta dilaksanakan rapat dengar pendapat," kata Dasco.

Dasco mengatakan pembahasan revisi UU Narkotika secara teknis akan dikoordinasikan oleh Komisi III DPR yang membidangi hukum. Hal ini termasuk pertimbangan apakah akan melibatkan Kementerian Kesehatan yang merupakan mitra dari Komisi IX DPR.

"Kemungkinan akan dikoordinasikan oleh Komisi III karena itu berkaitan dengan Komisi IX, dan lain-lain," ujar Dasco.

Dasco melihat ada yang mendesak dari aspirasi Bu Santi terkait penggunaan ganja medis. Namun, menurutnya, hal itu perlu dipertimbangkan dengan baik di dalam RDP nantinya.

"Saya lihat memang ada hal yang mendesak. Tapi semua harus dipertimbangkan dengan baik, sehingga nanti akan kita serahkan apapun itu dalam rapat dengar pendapat. Mudah-mudahan mendapat hasil yang baik," kata Ketua Harian DPP Gerindra itu.

Ganja Medis buat Atasi Kejang

Kepada Sufmi Dasco Ahmad, Santi menyampaikan perjuangannya selama bertahun-tahun agar anaknya sembuh dari penyakit cerebral palsy.

"(Ganja medis) buat atasi kejang, yang utama itu. Saya sudah 7 tahun meminumkan obat kejang buat anak saya. Itu bukan waktu yang singkat," kata Santi.

Santi mendorong legalisasi ganja medis secepatnya diterapkan di Indonesia. "Saya kan berpacu dengan waktu. Semakin dibiarkan semakin mundur kan. Bukannya saya belum berusaha untuk medis, ya," katanya.

Santi menyampaikan perlunya pengobatan menggunakan ganja bagi anak berkebutuhan khusus di Tanah Air. Ihwalnya, ujar Santi, banyak pertimbangan untuk mengakses ganja medis yang sudah diterapkan di luar negeri.

"Membawa anak berkebutuhan khusus keluar itu banyak sekali yang harus dipikirkan. Jadi kenapa nggak kita buat itu bisa accessible untuk semua orang. Jadi ibu-ibu dari Indonesia pun gampang mendapatkannya," kata Santi.


(rfs/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT