ADVERTISEMENT

Gerak Maju DPR Saat Bu Santi Berharap Ganja Medis untuk Anak

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 08:00 WIB
Jakarta -

Santi Warastuti, yang akrab disapa Ibu Santi, menyurati Mahkamah Konstitusi (MK) karena gugatan ganja untuk medis tidak kunjung diputus, hingga 'minta tolong' butuh ganja medis sebab anaknya mengidap cerebral palsy. DPR RI mendengar kabar perjuangan Ibu Santi, lalu wacana kajian ganja medis dimulai.

Ibu Santi juga mengirimkan surat terbuka kepada MK. Sebab, sudah 2 tahun sidang itu digelar, tetapi tidak kunjung menghasilkan putusan.

"Kami meminta MK agar segera memberikan putusan atas gugatan yang sudah kami ajukan," kata Santi kepada wartawan, Senin (27/6).

Cerita soal ganja medis, Ibu Santi disarankan oleh temannya yang warga negara asing untuk melakukan terapi minyak ekstrak ganja yang telah terbukti efektif menjadi treatment cerebral palsy.

Namun, Ibu Santi tidak berani melakukannya karena ada larangan narkotika golongan I dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 yang dapat berujung pemenjaraan sampai 12 tahun.

"Saat ini usia Pika 14 tahun dan sering mengalami kejang karena tidak kunjung mendapatkan akses untuk terapi minyak ekstrak ganja yang sangat dibutuhkannya," tutur Singgih.

Sementara itu, sidang judicial review UU Narkotika diajukan oleh Dwi Pratiwi, Santi Warastuti, dan Nafiah Murhayati, yang meminta MK melegalkan ganja untuk kesehatan.

Viral ibu di CFD memperjuangkan pelegalan ganja medis disamperin Andien AisyahIbu Santi di CFD memperjuangkan pelegalan ganja medis ditemui Andien Aisyah (@andienaisyah/atas izin yang bersangkutan)

Di persidangan, ahli pemerintah Aris Catur Bintoro menyatakan organisasi epilepsi dunia (ILEA/International League Against Epilepsy) belum sepakat ganja bisa dipakai untuk terapi kesehatan. Oleh sebab itu, Aris meminta MK menolak judicial review pemohon agar ganja untuk kesehatan dilegalkan.

"Kami di ILAE, Organisasi Epilepsi Dunia, beberapa waktu yang lalu, tahun 2018, di Bali diselenggarakan simposium tentang pro dan kontra. Ini menunjukkan bahwa masih belum ada kesepakatan dari banyak ahli-ahli tentang obat kanabis sebagai obat antiepilepsi," kata Aris dalam risalah sidang yang dilansir website MK, Jumat (21/1) lalu.

DPR Coba Buat Kajian Ganja Medis

Ganja medis kemudian jadi perbincangan setelah Ibu Santi minta tolong untuk anaknya di CFD Bundaran HI. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad akan mengkoordinasikan hal itu ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Jadi begini, di beberapa negara ganja itu memang bisa dipakai untuk pengobatan atau medis, namun di Indonesia UU-nya kan masih belom memungkinkan, sehingga nanti kita akan coba buat kajiannya apakah itu kemudian dimungkinkan untuk ganja itu sebagai salah satu obat medis yang memang bisa dipergunakan, karena di Indonesia kajiannya belum ada demikian," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/6).

Dasco mengatakan pimpinan DPR akan mengoordinasikan soal isu ganja medis dengan Komisi IX yang membidangi kesehatan. Koordinasi juga bakal dilakukan dengan Kemenkes.

"Nanti kita akan coba koordinasikan dengan komisi teknis dan Kemenkes dan lain-lain, agar kita juga bisa kemudian menyikapi hal itu," ujarnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT