ADVERTISEMENT

4 Penjelasan Anies Ganti Nama Jalan Tak Repotkan Warga Tuai Kritikan

Indra Komara, Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 08:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan perubahan 22 nama jalan di wilayah Jakarta. Nama-nama jalan itu diambil dari nama tokoh-tokoh Betawi.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan perubahan 22 nama jalan di wilayah Jakarta. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan penanganan dampak dari perubahan 22 nama jalan di sejumlah titik di Jakarta. Anies dikritik karena dinilai penanganannya hanya bermodalkan retorika.

Ada 22 nama jalan di lima wilayah kota Jakarta dan satu kabupaten yang diubah dengan seniman Betawi dan tokoh Jakarta. Anies mengatakan perubahan nama jalan itu demi mengenang jasa para tokoh Jakarta.

"Kami melihat, mereka sudah tiada, dan penamaan nama di Jakarta, praktis jalan di Jakarta itu praktis jalan-jalan ini berusia cukup panjang. Karena penamaan baru hampir tidak ada, dulu saat diberi nama mereka masih hidup," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (28/6/2022).

"Dan kita kita menghormati, mengenang dan memberi inspirasi dengan mengabadikannya dan menjadi nama jalan di Jakarta. Ini dilakukan serempak supaya memudahkan administrasinya. Tapi ini tidak selesai di sini, Ini gelombang 1, nanti kita akan teruskan sampai tuntas," sambungnya.

Pengurusan Dokumen Gratis

Anies menegaskan warga yang terdampak perubahan nama jalan tak akan dibebankan dalam pembiayaan pengurusan dokumen. Anies menjamin semua bisa diurus secara gratis.

"Saya ingin sampaikan penegasan ulang terkait dengan adanya perubahan nama-nama jalan di Jakarta, yang perubahan ini memiliki konsekuensi yang kemudian diduga membebani masyarakat. Kami tegaskan bahwa semua perubahan itu insyaallah tidak membebani, baik biaya maupun yang lain," kata Anies.

Anies mengatakan semua aspek dalam perubahan nama jalan tidak akan membebani warga. Dia berharap kesimpangsiuran bisa terselesaikan dan membuat warga tenang soal pencatatan data kependudukan.

"Masyarakat juga merasa tenang dan kami berharap ini akan bisa memberikan kepastian pada semua," tuturnya.

Data Lama Masih Berlaku

Meski pengurusan dokumen digratiskan, Anies menyebut data lama masih berlaku. Data kependudukan yang lama tetap sah sambil menunggu pergantian ke dokumen baru.

"Jadi misalnya kependudukan ketika mengurus KTP baru maka bisa berganti dengan nama jalan yang baru atau kalau ingin langsung diubah bisa langsung mengubahnya tapi yang masih berlaku sekarang yaitu tidak kemudian batal dan semua perubahan itu tidak memiliki konsekuensi biaya sama sekali," paparnya.

"Perubahan itu semua yang masih tercatat tetap berlaku dan sambil jalan nanti bertahap dilakukan perubahan," lanjut dia.

Anies Klaim Tak Merepotkan Warga

Anies mengklaim pergantian 22 nama jalan tidak merepotkan warga dalam pengurusan dokumen baru. Dia mengatakan Dukcapil DKI akan menjemput bola ke warga yang terdampak perubahan nama jalan.

"Pesan utama, ini tidak akan merepotkan bagi warga, semua akan dilakukan Dukcapil terkait kependudukan. Nanti ada pengurusan, datang baru berganti," kata Anies.

"Semua yang tercatat di KTP, KK, dokumen tanah, kendaraan bermotor semuanya masih sahih, bersamaan dengan masa berakhirnya validitas dokumen, dan ganti dokumen baru, barulah nama baru itu dimasukkan. Kecuali mau proaktif mendatangi dan mengubahnya. Intinya seperti itu," lanjut Anies.

Anies berharap Jakarta mencerminkan kota yang menghormati tokoh-tokoh yang berjasa.

"Saya rasa cukup jelas ini semua, clear dan tidak membebani untuk masyarakat. Harapannya Jakarta makin mencerminkan sebagai kota yang menghormati pribadi-pribadi yang berjasa dan menjadikan pribadi yang berjasa sebagai inspirasi bagi generasi ke depan," ujar Anies.

Simak Video 'Anies soal Perubahan Nama Jalan: Insya Allah Tak Membebani':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT