ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Terhalang Tembok SMKN 69 Jakarta, Sri Jalan Kaki Usai Operasi di RS

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 19:29 WIB
Sri, istri Bresman Marboen yang akses rumahnya terhalang tembok SMKN 69 Jakarta. (Dok. pribadi Bresman Marboen)
Sri, istri Bresman Marboen, yang akses rumahnya terhalang tembok SMKN 69 Jakarta. (Foto: dok. pribadi Bresman Marboen)
Jakarta -

Rumah warga di dekat SMKN 69 Jakarta ini masih terhalang tembok sekolahan. Apa boleh buat, akses menuju rumah harus ditempuh memutar meskipun warga ini baru saja pulang dari rumah sakit, setelah menjalani operasi di perutnya.

Hal ini dialami oleh keluarga Bresman Marboen, warga setempat yang rumahnya ikut terhalang tembok SMKN 69, RT 11 RW 007, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Pada 14 April lalu, tembok yang sudah dibangun bertahap sejak 2019 itu mulai benar-benar menutup akses menuju rumahnya.

Istri Bresman Marboen bernama Sri Widyawati, usianya 52 tahun. Pada Senin (13/6) kemarin, Sri baru saja pulang dari RS Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur. Dia berada di rumah sakit sejak 31 Mei.

"Kemarin operasi batu ginjal," kata Bresman menceritakan soal istrinya itu, saat berbincang lewat telepon dengan detikcom, Selasa (14/6/2022).

Tembok SMKN 69 Jaktim yang halangi akses rumah warga. 19 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)Bresman Marboen (Mulia Budi/detikcom)

Bresman khawatir akan kesehatan istrinya yang tak hanya mengalami masalah batu ginjal, tapi juga jantung dan darah tinggi. Syukur, operasi berhasil dan Sri pulang ke rumah kemarin. Sri telah mendapat empat titik sayatan bedah pada 8 Juni.

Hanya, perjalanan menuju rumahnya terbilang tidak mudah untuk ukuran orang yang baru saja menjalani pembedahan medis. Sri berjalan kaki 300 meter demi mencapai rumahnya. Bila tidak ada tembok yang menutup akses rumahnya, perjalanan bakal lebih mudah.

"Jalan kaki, belum bisa naik sepeda motor. Jadi, dari rumah sakit naik mobil dan berhenti di pinggir kali, dilanjut jalan kaki," kata dia Bresman menceritakan kejadian kemarin.

Meski terbilang kuat untuk ukuran perempuan paruh baya yang baru saja menjalani operasi, nyatanya Sri tidak bisa langsung mencapai rumah.

"Berhenti sampai tiga kali istirahat. Seharusnya pakai kursi roda, tapi kata dokter harus coba pelan-pelan dilatih berjalan," kata Bresman yang berusia 61 tahun ini.

Tembok SMKN 69 Jaktim yang halangi akses rumah warga. 19 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)Tembok SMKN 69 Jaktim yang halangi akses rumah warga. 19 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Karena dia harus menunggu istrinya, rencana mengadu kembali ke pihak DPRD DKI dia tunda. Pekan depan, dia dan warga terdampak tembok SMKN 69 akan mengadukan masalah tembok ini ke wakil rakyat. 28 April lalu, mereka juga sudah mengadukan masalah ini ke DPRD DKI, namun belum ada tindak lanjut lagi sejauh ini.

"Selain kepentingan saya, ini juga untuk kepentingan warga. bagaimana bila ada warga lain yang tidak sekuat istri saya atau mengalami sakit yang lebih parah dan perlu tindakan urgen?" kata Bresman.

Permukiman di sebalik tembok SMKN 69, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, RT11/RW7, 21 April 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)Permukiman di sebalik tembok SMKN 69, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, RT11/RW7, 21 April 2022. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

Soal ini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan tembok itu memang diperlukan pihak sekolahan. 13 Mei 2022 atau sebulan lalu, Wagub DKI Ahmad Riza Patria menyatakan akan ada 'jalan keluar' atas masalah ini.

"Ya sejauh mana akses jalan itu bisa bantu masyarakat tapi juga jangan mengganggu proses belajar-mengajar sebelum tahu detail persisnya kami akan cek kembali. Prinsipnya nanti kita akan cari solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat luas dan kepentingan pendidikan," kata Riza Patria di Balai Kota Jakarta saat itu.

(dnu/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT