6 Fakta Penangkapan Tokoh Khilafatul Muslimin Lampung-Duit Miliaran Disita

ADVERTISEMENT

6 Fakta Penangkapan Tokoh Khilafatul Muslimin Lampung-Duit Miliaran Disita

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 12 Jun 2022 07:05 WIB
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi pimpin apel di Polresta Bandar Lampung sebelum menangkap 2 tokoh penting Khilafatul Muslimin. (Foto: dok. Istimewa)
Polda Metro Jaya kembali melakukan penangkapan dan penggeledahan di Kantor Pusat Khilafatul Muslimin di Bandar Lampung, Sabtu (11/6/2022). (Foto: dok. Istimewa)
Bandar Lampung -

Pihak kepolisian kembali menangkap tokoh Khilafatul Muslimin di kantor pusat di Bandar Lampung, Lampung. Proses penangkapan yang diikuti dengan penggeledahan ini ditemukan uang miliaran rupiah.

Setelah pimpinan tertinggi Abdul Qadir Hasan Baraja, dua tokoh penting Khilafatul Muslimin ditangkap polisi. Kedua tokoh penting ini ditangkap di kantor pusat di Jl WR Supratman, Bumi Waras, Teluk Betung, Bandar Lampung, Sabtu (11/6).

Berikut fakta-fakta penangkapan tokoh penting Khilafatul Muslimin di Lampung hingga uang miliaran rupiah disita polisi, yang kami rangkum sebagai berikut:


Dua Tokoh Penting Ditangkap

Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, yang dibantu oleh TNI dan Forkopimda, menangkap dua orang di kantor pusat Khilafatul Muslimin, Lampung. Keduanya disebut-sebut merupakan tokoh penting di organisasi Khilafatul Muslimin.

"Dua orang ini merupakan tokoh penting di kantor pusat Khilafatul Muslimin," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada detikcom, Sabtu (11/6).

Hengki belum memerinci identitas dua tokoh penting Khilafatul Muslimin yang ditangkap ini. Keduanya ditangkap di kantor pusat Khilafatul Muslimin, Bandar Lampung, Lampung.

Peran 2 Tokoh Khilafatul Muslimin

Hengki mengatakan kedua tokoh Khilafatul Muslimin ini memiliki peran penting di kepengurusan organisasi Khilafatul Muslimin pusat. Mereka berperan sebagai pelaksana operasional.

"Kedua tersangka yang diamankan berperan sebagai pelaksana operasional organisasi," kata Hengki.

Tidak hanya itu, keduanya juga berperan dalam membantu Abdul Qadir Baraja sebagai pemimpin tertinggi di Khilafatul Muslimin. Salah satunya memiliki rekam jejak terkait kasus terorisme.

"Peran masing-masing turut membantu perbuatan pidana oleh tersangka utamanya, yaitu pimpinan tertinggi ormas Khilafatul Muslimin, dengan rekam jejak sebagai terpidana yang salah satunya kasus pengeboman Candi Borobudur pada tahun 1985 hingga menjalani hukum penjara," beber Hengki.


Baca di halaman selanjutnya: polisi sita duit miliaran rupiah.

Simak Video: News of The Week: Jasad Eril Ditemukan-Tiket Borobudur Rp 750 Ribu

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT