ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Eks Suami Ninggalin Harta Gono-gini di Rumah, Bolehkah Saya Buang?

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 19 Mei 2022 09:36 WIB
Ilustrasi perceraian
Ilustrasi (iStock)
Jakarta -

Kisah rumah tangga ternyata belum berakhir saat vonis hakim memutuskan perceraian sebuah pasangan. Salah satunya dialami pembaca detik's Advocate.

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut ini pertanyaan lengkapnya:

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Saya ingin bertanya mengenai masalah yang saya alami.

Saya dan suami sudah berpisah dan urusannya sudah selesai dengan pengadilan agama. Tetapi mantan suami saya meninggalkan barang-barangnya di rumah saya sejak satu tahun yang lalu. Rumah itu posisinya milik orang tua saya yang kami tinggali bersama sewaktu masih menjadi suami-istri. Kami baru menikah kurang dari satu tahun dan belum memiliki anak.

Satu tahun yang lalu, dia meninggalkan saya begitu saja dan kemudian mentalak saya melalui pengadilan agama. Sebelumnya saya sudah berusaha untuk melakukan mediasi tapi tidak pernah ada tanggapan, bahkan pihak keluarganya seperti tidak mau berurusan dengan saya. Akhirnya pengadilan agama menyetujui pengajuan talak tersebut pada akhir tahun 2021 dengan alasan mantan suami yang suka berbohong (terbukti dengan bukti-bukti yang sudah saya berikan). Sebelum putusan oleh pengadilan agama, saya sudah pernah menawarkan untuk mengambil barang-barangnya dia, tetapi tidak ada respon. Saat diakhir proses pengadilan, sebelum keputusan hakim, dia memberikan surat yang ditujukan kepada hakim bahwa dia ingin mengambil barang-barangnya dan menyatakan bahwa saya yang harus menghubungi dia jika saya memiliki itikad baik.

Sekarang sudah satu tahun semenjak dia meninggalkan saya sendirian di rumah dan barang-barangnya masih tersimpan di rumah saya. Barang yang ingin dia ambil ada motor, TV, baju-baju dia, dan baju-baju adiknya yang semuanya dimiliki sebelum menikah dengan saya. Apakah barang-barang tersebut boleh saya hilangkan begitu saja? Apakah saya akan berurusan dengan hukum jika saya membuang barang-barang tersebut? Mohon petunjuk dan sarannya.

Mohon untuk tidak dipublikasikan. Namun jika perlu dipublikasikan, mohon untuk disamarkan identitas saya.

Terima kasih

Wassalamua'alaikum Wr Wb.

F-Jakarta

Untuk menjawab pertanyaan di atas, detik's Advocate mengupas tuntas dengan advokat Achmad Zulfikar Fauzi.,SH. Berikut ini jawaban lengkapnya:

Wa'alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua

Terima kasih atas pertanyaan yang saudara tanyakan pada saya dan langsung saja saya menjawab pertanyaan saudara Apakah barang-barang tersebut boleh saya hilangkan begitu saja? Apakah saya akan berurusan dengan hukum jika saya membuang barang-barang tersebut?

Terlebih dahulu saya mengkategorikan bahwa barang tersebut merupakan barang dari harta benda bawaan dari sang mantan suami anda sehingga masih terdapat hak dari mantan suami anda dan masih belum saudara jelaskan perolehan dan asal-usul harta tersebut, sehingga apabila saudara menghilangkan, membuangnya dan/atau merusak maka bisa saja mantan suami anda akan melakukan upaya pelaporan pidana dengan pasal perusakan Pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sebagai berikut:

(1) Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2) Dijatuhkan pidana yang sama terhadap orang yang dengan sengaja dan melawan hukum membunuh, merusakkan, membikin tak dapat digunakan atau menghilangkan hewan, yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain.

Unsur-unsur dari Pasal 406 KUHP, yaitu:
1. Barangsiapa;
2. Dengan sengaja dan melawan hukum;
3. Melakukan perbuatan menghancurkan, merusakkan, membuat tidak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu;
4. Barang tersebut seluruhnya atau sebagian adalah milik orang lain

Apabila semua unsur dalam pasal tersebut terpenuhi, maka pelakunya dapat dihukum pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau denda paling banyak Rp 4.500,-.

Baca berita selengkapnya pada halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT