detikcom Do Your Magic

Jelang Lebaran, Warga Pondok Bambu Duren Sawit Berharap Tak Banjir Lagi

Mulia Budi - detikNews
Kamis, 28 Apr 2022 18:45 WIB
Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Banjir yang sempat melanda permukiman warga di Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, surut sejak bulan lalu. Belakangan, genangan sempat muncul lagi. Warga berharap banjir tidak kembali melanda permukimannya. Apalagi Lebaran sudah dekat.

Seorang warga RT 16 RW 07 yang terdampak banjir, Handoko, bersyukur air banjir tidak pernah lagi masuk ke rumahnya. Dia mengatakan banjir di Duren Sawit tidak pernah melanda kawasannya sejak surut total pada Rabu (23/4/2022) lalu.

"Udah nggak pernah banjir, lancar aja walaupun hujan walaupun istilahnya ini juga ya banjir sebentar terus surut lagi, ya mentok 3 cm," kata Handoko di kediamannya, Kamis (28/4/2022).

Warga sekitar Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim. (Mulia Budi/detikcom)Handoko (Mulia Budi/detikcom)

Dia pun mengapresiasi kerja pasukan biru atau Suku Dinas (Sudin SDA) Jakarta Timur yang mengeruk got biang kerok banjir di Duren Sawit tersebut. Kini, tiga RT di Duren Sawit tidak lagi terdampak banjir.

"Ya setelah tim-tim yang terkait pada kerja nih kelihatannya bagus juga, kelihatannya nih semuanya pada kering semua dari RT 15, RT 16, sama RT 7, dampaknya lebih bagus, dah kering total semenjak dikerjain tim SDA," katanya.

Dia berharap banjir sepekan yang sempat melanda permukimannya bulan lalu itu merupakan banjir terakhir. Dia mengaku saat itu dirinya dan keluarga mengungsi ke rumah saudara.

"Harapannya ke depan ya harapannya kalau hujan besar nggak terjadi banjir kayak yang udah-udah. Itu bulan kemarin yang banjir seminggu lebih, ya karena kita nggak bisa istirahat di dalam kan, kita ngungsi di tempat saudara," tuturnya.

Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Warga lainnya, Atih (65), mengungkap hal yang sama dengan Handoko. Genangan air saat hujan deras disebut masih ada, namun ketinggiaannya hanya berkisar 3 cm.

"Kalau air yang ini kalau lagi hujan gede masuk ke dalam, cuman nggak banyak sih dikit, 3 cm ada, ntar disedot udah kering lagi, cepet, kayaknya 2 menit. Cepet, selesai di sedot langsung," kata Atih.

Warga sekitar Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim. (Mulia Budi/detikcom)Warga sekitar Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim. (Mulia Budi/detikcom)

Dia menyebut banjir yang sebelumnya sering terjadi di rumahnya berasal dari luapan air embung. Rumah Atih sendiri berada tepat di samping embung di permukiman RT 16 RW 07.

"Air suka masuk, kalau saya air masuk dari comberan (got yang terhubung dengan embung) sini nih, air kan kemari dari samping ini nih, kamar mandi penuh, udah langsung masuk air ke dalam," terangnya.

Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Dia juga berharap banjir tak lagi melanda kawasan rumahnya. Kondisi rumah yang kering dan terhindar dari banjir harapnya bakal terus dirasakan.

"Nggak ada banjir lagi, alhamdulillah, mudah-mudahan terus aja nggak banjir. Ya mudah-mudahan jangan banjir lagi kayak kemarin-kemarin ya, lancar gitu, udah gitu aja saya mah," ujarnya.

Sempat kebanjiran sepekan

Seperti diketahui, sebelum adanya pengerukan got, permukiman di Jl Haji Dogol sempat terendam banjir selama sepekan, sebagaimana diberitakan detikcom pada 11 Maret lalu. Banjir tidak surut efek got yang mampet.

Menurut warga sekitar, Handoko, yang rumahnya juga terendam, banjir tersebut sudah terjadi sejak pekan kedua Maret. Air merendam rumahnya hingga mencapai 70 cm.

Kondisi banjir dan got mampet biang keroknya, di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 15 Maret 2022, pagi. (Karin Nur Secha/detikcom)Kondisi banjir dan got mampet biang keroknya, di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 15 Maret 2022, pagi. (Karin Nur Secha/detikcom)

"Nih lihat saja, udah sepinggang itu masuk ke dalam rumah. Saya aja sampai ngungsi ke rumah saudara," ujar Handoko saat ditemui detikcom, 13 Maret saat itu.

Setelah got dibersihkan, masalah banjir mulai teratasi. Banjir mulai surut setelah got dikeruk alat berat, berdasarkan pantauan detikcom, 15 Februari.

(dnu/dnu)