detikcom Do Your Magic

Cegah Banjir Duren Sawit, Penyangga Kayu Dipasang di Saluran Air

Mulia Budi - detikNews
Kamis, 28 Apr 2022 15:47 WIB
Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Banjir yang sempat melanda kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, telah surut total. Pencegahan banjir itu masih terus dilakukan hingga saat ini.

Pantauan di lokasi, Kamis (28/4/2022), sekitar pukul 14.36 WIB, tampak air tidak menggenangi permukiman warga di RT 16 RW 05 Jl Haji Dogol, Duren Sawit, Jakarta Timur. Terlihat penyedotan air di got depan permukiman warga tengah berlangsung.

Penyedotan itu dilakukan menggunakan satu mesin pompa air. Saat ini, tiga pasukan biru atau petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA), Jakarta Timur tengah berada di lokasi.

Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Kemudian, tampak pembangunan penampungan air sementara (kisdam) mengalami peningkatan pembangunan. Deretan kayu penyangga kisdam telah terpasang di sepanjang got di sisi selatan rumah warga.

Kayu-kayu itu mengapit kisdam di kedua sisi got. Penyangga kayu dipasang agar kisdam tidak roboh sehingga kolam olakan dapat berfungsi dengan maksimal.

Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Selain itu, tampak got itu hampir terisi penuh dengan air. Ada beberapa sampah di got seperti botol plastik, kayu, hingga dedaunan kering.

Sempat kebanjiran sepekan

Seperti diketahui, sebelum adanya pengerukan got, permukiman di Jl Haji Dogol sempat terendam banjir selama sepekan, sebagaimana diberitakan detikcom pada 11 Maret lalu. Banjir tidak surut efek got yang mampet.

Menurut warga sekitar, Handoko, yang rumahnya juga terendam, banjir tersebut sudah terjadi sejak pekan kedua Maret. Air merendam rumahnya hingga mencapai 70 cm.

"Nih lihat saja, udah sepinggang itu masuk ke dalam rumah. Saya saja sampai ngungsi ke rumah saudara," ujar Handoko saat ditemui detikcom, 13 Maret saat itu.

Banjir merendam kawasan Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Sudah sepekan air menggenngi kawasan tersebut.Banjir merendam kawasan Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Sudah sepekan air menggenangi kawasan tersebut. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Setelah got dibersihkan, masalah banjir mulai teratasi. Banjir mulai surut setelah got dikeruk alat berat, berdasarkan pantauan detikcom, 15 Februari.

Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)Kayu-kayu penyangga kisdam atau kolam olakan sementara pencegah banjir Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 28 April 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Penanganan

Banjir ini disebabkan oleh got yang mampet teruruk tanah, lokasinya di dekat lahan yang belakangan disegel pemerintah daerah. Got kemudian dikeruk menggunakan alat berat backhoe.

Penanganan juga dilakukan dengan cara membangun saluran air di Jl Haji Dogol. Target penyelesaian pembangunan adalah tiga bulan sejak akhir Maret lalu.

Alat berat mulai keruk got teruruk tanah yang jadi biang kerok banjir di Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 15 Maret 2022. (Karin Nur Secha/detikcom)Alat berat mulai keruk got teruruk tanah yang jadi biang kerok banjir di Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 15 Maret 2022. (Karin Nur Secha/detikcom)

"Kalau sesuai kesepakatan dengan pemilik lahan, 3 bulan (rampung)," ujar Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Timur Puryanto saat dihubungi, Kamis (7/4/2022).

"Namun mudah-mudahan tidak sampai (tiga bulan)," kata Puryanto.

(dnu/dnu)