Telepon Protokol Istana dan Kagetnya JK Gegara Tanda Tangan Palsu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Apr 2022 07:49 WIB
Jusuf Kalla usai melayat di rumah duka ibunda CT (Wilda-detikcom)
Foto: Ketua Umum DMI Jusuf Kalla (Wilda Hayatun-detikcom)
Jakarta -

Jusuf Kalla (JK) mengaku kaget setelah mengetahui tanda tangannya sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) diduga dipalsukan oleh anak buahnya sendiri yakni Arief Rosyid. Pemalsuan tanda tangan itu terbongkar saat protokoler Istana Wakil Presiden Ma'ruf Amin menelepon staf JK untuk pemeriksaan.

Semua bermula ketika kabar pemecatan Arief Rosyid dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Imam Addaruqutni. Arief yang menjabat sebagai Ketua Departemen Ekonomi Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu dipecat karena diduga memalsukan tanda tangan Jusuf Kalla dan Imam Addaruqutni.

Arief Rosyid disebut memalsukan tanda tangan Ketum dan Sekjen DMI dalam sebuah surat terkait agenda Undangan Kickoff Festival Ramadhan kepada Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin.

Surat bernomor 060.III/SUP/PP-DMI/A/III/2022 itu berisi undangan kepada Wapres Ma'ruf untuk menghadiri Festival Ramadhan serentak di seluruh Indonesia.

Kegiatannya berupa pameran UMKM, kuliner halal, buka puasa bersama, dan berbagai kegiatan selama sebulan penuh Ramadan.

Pemecatan Arief Rosyid diputuskan dalam rapat pleno yang digelar Jumat (1/4) pukul 09.30-11.50 WIB. Rapat dipimpin langsung oleh Jusuf Kalla. Rapat juga dihadiri Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin, KH Masdar F Masudi, dan Imam Addaruqutni.

"Pak Ketum yang memutuskan dalam rapat," kata Imam seperti dilansir dari Antara, Jumat (1/4).

Simak video 'Ini Surat DMI Bertanda Tangan JK yang Dipalsukan Arief Rosyid':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya jubir JK sebut tindakan pemalsuan tanda tangan masalah serius, baca di halaman selanjutnya..