Saat Jubir JK Buka-bukaan 5 Poin Arief Rosyid Dipecat

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Apr 2022 06:11 WIB
Arief Rosyid
Foto: Arief Rosyid. (Dok. ariefrosyid.id)
Jakarta -

Ketua Departemen Ekonomi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Arief Rosyid resmi dipecat setelah dinyatakan terbukti memalsukan tanda tangan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DMI, Jusuf Kalla atau JK serta Imam Addaruqutni. Pihak DMI pun tak ragu mengumbar jeroan kasus pemalsuan tanda tangan JK ini

Tentang kasus pemalsuan tanda tangan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI ini dibuka gamblang oleh juru bicara (jubir) JK, Husain Abdullah. Salah satunya yang dibuka perihal awal mula kasus Arief Rosyid terbongkar.

Kasus pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Arief Rosyid ini memang menyita perhatian masyarakat. DMI sendiri menganggap tindakan memalsukan tanda tangan bukan masalah sepele.

Yang bikin makin fatal, tanda tangan palsu itu dipakai untuk mengundang orang nomor 2 Indonesia, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. Arief Rosyid memalsukan tanda tangan JK demi mengundang Wapres Ma'ruf ke acara bertajuk 'Kickoff Festival Ramadhan'.

Berikut 5 poin penting dalam kasus pemalsuan tanda tangan JK:

1. Terendus 'Gara-gara' Istana

Pemalsuan tanda tangan JK oleh Arief Rosyid bisa terendus berawal dari pemeriksaan protokoler Istana. Protokoler Istana awalnya berniat mengonfirmasi surat undangan menghadiri Kickoff Festival Ramadhan untuk Wapres Ma'ruf.

Protokoler Istana lalu mengonfirmasi soal surat tersebut ke staf JK, agar kehadiran Wapres bisa dipersiapkan. Setelah itu, staf tersebut meneruskannya langsung ke JK.

"Pada saat dikonfirmasi oleh protokol istana ke staf Pak JK, untuk menanyakan perihal pelaksanaan acara tersebut untuk persiapan dan kelancarannya jika wakil presiden menghadiri acara tersebut," kata jubir JK, Husain Abdullah, kepada wartawan, Minggu (3/4/2022).

2. JK Terkejut

JK terkejut saat diberitahu bahwa protokoler Istana menanyakan perihal undangan Kickoff Festival Ramadhan untuk Wapres Ma'ruf. JK terkejut karena merasa tak pernah meneken surat undangan dimaksud.

"Staf lalu ditanyakan ke Pak JK. Saat itu, Pak JK terkejut karena merasa tidak pernah menyurat ke Pak Wapres. Saat itulah pelan-pelan kepalsuan itu mulai terendus," ungkap Husain Abdullah.

Dari sinilah pemalsuan tanda tangan Ketum dan Sekjen DMI yang dilakukan Arief Rosyid mulai terendus. Penyelidikan internal DMI pun digelar.

Ketua DMI Jusuf Kalla saat menandatangani pemberhentian tetap Arief Rosyid (dok.istimewa)Foto: Ketua DMI Jusuf Kalla saat menandatangani pemberhentian tetap Arief Rosyid (dok.istimewa)

3. Wacana Lapor Polisi

Dalam penanganan kasus pemalsuan tanda tangan JK, DMI tak hanya melakukan penegakan secara internal. DMI juga sudah berancang-ancang menyeret Arief Rosyid ke meja polisi.

"Memang ada wacana untuk mempolisikan karena ini masuk ranah hukum," ucap Husain Abdullah.

Meski sudah ada wacana mempolisikan Arief Rosyid, JK, baik secara pribadi maupun kelembagaan DMI, belum melayangkan laporan.

Simak video 'Diteken JK, Arief Rosyid Resmi Pecat dari DMI!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak 2 poin lainnya di halaman berikutnya.