Saya Dituntut Ganti Rugi Biaya Training oleh Eks Majikan, Bagaimana Hukumnya?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Mar 2022 08:03 WIB
Foto: Zaid Shibghatallah, S.H
Zaid Shibghatallah (dok.pri)
Jakarta -

Dalam beberapa bidang pekerjaan, training diberikan kepada karyawan atau mitra agar bisnis lancar. Namun bagaimana bila setelah resign sebelum habis kontrak, mantan karyawan dituntut membayar ganti rugi biaya training?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate. Berikut pertanyaan lengkapnya yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com :

Dear Redaksi Detik's Advocate,

Saya seorang pekerja bebas yang berprofesi sebagai konsultan cetak offset. Tahun 2019 ada perusahaan lokal yang meminta saya sebagai konsultannya, perusahaannya bergerak sebagai agen penjual software asal Eropa di segment printing. Dengan background saya di bidang cetak, saya diterima dengan kontrak 1 tahun dan dibayar secara bertahap untuk membantu perusahaan lokal tersebut.

Saya membantu dari sisi teknis dan mempelajari software yang akan dijual dan membantu dari sisi presales technicalnya. Vendor software rumit tersebut hanya memberi pelatihan teori selama 2 hari yang seharusnya ada pelatihan yang cukup yaitu dengan pelatihan praktik di lapangan, ilmu yang saya terima hanya diberikan 30% dari keseluruhan.

Karena putus asa tidak bisa menjual, perusahaan lokal yang menjadi agen software ini memutus kontrak secara sepihak setelah baru berjalan 6 bulan, dengan uang yang saya terima baru sekitar 60% dari kontrak perjanjian.

Kegiatan jasa konsultan saya pun dia hentikan.

Setelah 2,5 tahun berlalu, perusahaan tersebut menuntut saya untuk bertanggung jawab karena sudah keluar uang jasa konsultan 60% tapi belum ada produk yang terjual satu pun.

Dia memaksa saya sukarela membantu melanjutkan layanan saya jika dia berhasil jual produk tersebut, jika tidak mau membantu akan menuntut saya melalui pengacaranya ke ranah hukum.

Karena sudah ada pelanggan yang berminat beli tapi dia tidak dapat memberikan support instalasi dan implementasi karena saya sudah putus kontrak dengan mereka. Tapi dia tetap menuntut saya melanjutkan memberi layanan gratis untuk instalasi dan implementasi di pelanggannya dengan alasan dia sudah mengeluarkan biaya 60% tersebut.

Dia mengatakan saya telah menipu karena sudah ditraining teori (yang hanya 30%) tapi tidak mau/sanggup mengerjakan. Padahal setelah 2,5 tahun tidak pegang software tersebut pun saya sudah lupa semua ilmu yang 30% itu.

Apakah saya bisa disebut telah menipu dan bisa dituntut secara hukum perdata?

Terimakasih sebelumnya, mohon dapat memberikan tanggapannya.

Matur nuwun Redaksi Detik's Advocate dan Mas Andi.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, detik's Advocate mengupas tuntas dengan advokat Zaid Shibghatallah, S.H. Berikut jawaban lengkapnya: