ADVERTISEMENT

Jutaan Orang Menanti Jawaban Teka-teki Sosok di Balik Binomo

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Mar 2022 10:43 WIB
Binomo
Ilustrasi Binomo (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta -

Sosok di balik aplikasi Binomo yang diduga menyebabkan kerugian miliaran terhadap para penggunanya masih menjadi teka-teki. Meniru tagline Binomo, jutaan orang kini menanti Polri menjawab teka-teki siapa pemilik Binomo.

Sosok pemilik Binomo ini awalnya disinggung oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan. Dia mengatakan polisi sedang mengusut pengurus atau pemilik Binomo terkait kasus dugaan investasi bodong yang sedang diselidiki.

"Saat ini sudah dilakukan penyelidikan tentang pengurus ataupun pemilik dari platform Binomo," ujar Whisnu kepada wartawan, Jumat (18/2/2022).

Whisnu mengatakan pihaknya sedang mendalami keterangan dari para saksi yang diperiksa terkait kasus tersebut. Selain itu, sejumlah dokumen yang berkaitan dengan Binomo turut didalami.

"Penyelidik sedang mendalami informasi-informasi yang diperoleh dari hasil pemeriksaan para saksi serta dokumennya untuk mengetahui siapa-siapa saja pengurus ataupun pemilik dari platform Binomo," tuturnya.

Dia menegaskan Bareskrim akan mengusut semua aplikasi investasi berbasis binary option yang ilegal di Indonesia. Pasalnya, masyarakat dirugikan karena sistem binary option ilegal itu.

"Polisi pastikan kejar semua binary option lainnya. Agar hukum tak tebang pilih. Skema binary option lainnya yang merugikan masyarakat dan melakukan kegiatan usaha tidak sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di Indonesia," ucap Whisnu.

Kasus Binomo sendiri berawal dari laporan sejumlah pengguna yang merasa dirugikan. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menetapkan afiliator Binomo, Indra Kesuma atau Indra Kenz, sebagai tersangka.

Dia dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat 2 dan/atau Pasal 45 A ayat (1) jo 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal-pasal tersebut mengatur soal larangan menyebarkan dokumen elektronik yang di dalamnya memiliki muatan perjudian serta berita berita bohong yang merugikan konsumen.

Indra Kenz juga dijerat Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Dia juga dijerat Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP. Pasal 378 KUHP itu berisi ancaman pidana bagi orang yang menguntungkan diri sendiri dengan nama palsu serta melakukan tipu muslihat.

Server di Luar Negeri

Kabaharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto menyebut aplikasi Binomo yang terjerat kasus dugaan investasi bodong memiliki server di luar negeri. Dia menyebut Binomo menggunakan jasa influencer seperti Indra Kenz di dalam negeri untuk melakukan pemasaran.

"Dengan menggunakan robot trading, servernya ada di luar negeri. Kemudian di dalam negeri menggunakan afiliator atau agen-agen, kemudian untuk pemasarannya mereka menggunakan influencer-influencer. Nah, inilah yang terjadi di Binomo yang sekarang sedang dilaporkan di Bareskrim," ujar Arief dalam podcast virtual seperti dikutip, Kamis (10/2/2022).

Simak video '5 Fakta Terbaru Kasus Binomo Indra Kenz':

[Gambas:Video 20detik]

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT