Polisi Ungkap Fakta Begal Pesepeda di Senayan Pernah Sasar Kolonel TNI

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 10 Mar 2022 18:20 WIB
Polisi merilis kasus begal pesepeda yang viral terjepret kamera fotografer di Senayan
Polisi merilis kasus begal pesepeda yang viral terjepret kamera fotografer di Senayan. (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap dua begal pesepeda di flyover Senayan, Jakarta Pusat. Salah satu pelaku ternyata pernah menyasar kolonel TNI.

Keduanya adalah HS alias B (32) dan NJ alias N (32). Kedua pelaku ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian.

"Tersangka NJ, bisa saya sampaikan bahwa berdasarkan catatan kepolisian, yang bersangkutan ini adalah residivis," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat

Zulpan menuturkan pelaku NJ sempat diamankan pada 18 Januari 2021 terkait tindak kejahatan yang serupa. Berdasarkan catatan kepolisian, pelaku pernah ditahan 1 tahun 6 bulan. Diketahui, saat itu korbannya seorang kolonel TNI Angkatan Laut (AL).

"Pernah diamankan oleh Polres Metro Jakarta Pusat pada 2021 terkait tindak pidana percobaan pencurian atau jambret di Jalan Merdeka Barat, terhadap korban seorang perwira menengah berpangkat kolonel TNI AL yang sedang berolahraga sepeda," ujarnya.

Kronologi Kejadian Begal Viral

Zulpan mengatakan peristiwa terjadi pada Rabu (2/3) sekitar pukul 05.25 WIB. Saat itu tersangka NJ berangkat dari kos milik HS yang berlokasi di Kramat Pulo menuju Senayan, Jakarta Pusat.

Tepat di tanjakan TVRI, Jalan Gerbang Pemuda, Tanah Abang, para pelaku yang menggunakan sepeda motor mulai melancarkan aksinya.

"Tersangka NJ berangkat dari kosan HS di Kramat Pulo menuju Senayan, Jakarta Pusat, dan tepatnya di tanjakan TVRI, menggunakan sepeda motor, kemudian melihat calon korban yang sedang bersepeda. Kemudian mereka melihat korban ini menyimpan handphone di bagian belakang baju," kata Zulpan.

Namun aksinya gagal karena diketahui dan diteriaki oleh seorang fotografer yang ada di TKP. Bahkan diketahui fotografer tersebut sempat mengambil gambar pelaku, yang kemudian viral di media sosial.

"Namun tidak berhasil mengambil handphone milik korban karena diteriaki oleh saksi seorang fotografer yang sedang ada di TKP. Kemudian ini yang sempat viral, karena ada yang menyaksikan seorang fotografer, maka dia sempat mengambil gambar upaya percobaan pencurian oleh para pelaku," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.