ADVERTISEMENT

Inspirasi

Sosok Penjaga Hutan Adat Dayak di Sudut Kalimantan

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 20 Feb 2022 11:46 WIB
Damianus Nadu (Dok pribadi)
Damianus Nadu (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Dari tahun ke tahun, berkurangnya hutan Kalimantan belum setop sama sekali. Di sudut barat pulau besar ini, ada sosok penjaga hutan adat Dayak Bakati Rara. Secuil paru-paru dunia tetap lestari hingga kini.

Bila melihat peta perubahan penutupan lahan Pulau Kalimantan yang dirilis pemerintah, terlihat Pulau Kalimantan makin botak saja dari tahun ke tahun. Terlihat Kalimantan masih lumayan hijau pada 1990. Laju deforestasi tak tertahankan pada pergantian milenium kedua. Hijaunya hutan terlihat sudah tipis pada 2019. Siapa tak prihatin?

Bila kita melihat diagram batang soal perbandingan perubahan kawasan hutan dan non-hutan, maka terlihat ukuran kawasan hutan semakin turun sedangkan kawasan non-hutan semakin naik. Begitulah Kalimantan. Pada 1990, kawasan hutan masih dua kali lipat lebih luas ketimbang kawasan non-hutan. Mulai 2019, kawasan non-hutan sudah semakin bertambah sehingga sama luasnya dengan kawasan hutan.

Di sudut Kalimantan, ada sosok penjaga hutan adat. Laki-laki tua kepala enam dengan parang di tangan kanan berjalan menyusuri pinggiran hutan.

Dia adalah Damianus Nadu, putra Dayak Bakati Rara. Kini usianya sudah 63 tahun, namun semangatnya masih berkobar. Dari Hutan Adat Gunung Pikul-Pengajid, dia menginspirasi orang se-Indonesia.

Pada 9 Februari 2022, Damianus Nadu pergi ke ladang sejak pagi, sebagaimana keseharian banyak orang di pelosok Kalimantan. Sore harinya, barulah Nadu membagikan sekelumit ceritanya kepada detikcom via telepon.

Damianus Nadu bermukim di Dusun Melayang, Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Dialah sosok yang menjaga Hutan Adat Gunung Pikul-Pengajid.

Berdasarkan catatan berita yang dimuat detikcom, perjuangannya sudah diganjar penghargaan sejak 2019. Damianus Nadu menjadi salah satu penerima penghargaan kategori tokoh perhutanan sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2019. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar di Jakarta, 28 November 2019.

Pada 28 Oktober 2021, Damianus Nadu dianugerahi Kalpataru oleh Menteri Siti Nurbaya. Dia diakui negara sebagai pahlawan lingkungan yang menjadi contoh baik bagi masyarakat. Damianus Nadu menerima penghargaan dalam kategori perintis lingkungan.

Damianus Nadu menjadi salah satu penerima Kalpataru 2021. (Dok KLHK)Damianus Nadu menjadi salah satu penerima Kalpataru 2021. (Dok. KLHK)

Meski menjadi pahlawan lingkungan dan meraih penghargaan tertinggi, keseharian Damianus biasa-biasa saja. Dia juga tidak menjadi bergelimang harta dari upayanya menjaga hutan. Dia menyadari, menjaga hutan memang bukan urusan bisnis.

"Pekerjaan melestarikan hutan bukan pekerjaan mencari untung. Keuntungan pribadi hampir tidak ada. Saya juga cari beras seperti orang lain, bekerja sebagai peladang, berkebun, menoreh, bertani jagung, padi," kata Damianus Nadu kepada detikcom.

Damianus Nadu yang lahir pada 6 Oktober 1959 ini dikaruniai empat orang anak. Dia berpendidikan terakhir Paket A namun anaknya ada yang berhasil menjadi sarjana. Dia kini sudah berstatus 'kakek-kakek' karena sudah punya enam orang cucu. Namun keteguhannya menjaga hutan tidak berubah sejak zaman Orde Baru dulu. Nadu tetap gigih mempertahankan jengkal demi jengkal hutan adatnya.

Selanjutnya, Hutan Adat Pikul:

Simak Video: Perancang Istana Negara Baru, Tak Mau Dibayar Malah Mau Menyumbang

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT