Inspirasi

Muridnya Jadi Penjual Siomai di Sekolah, Guru: Tekadnya Luar Biasa!

M Riyas - detikNews
Minggu, 13 Feb 2022 14:00 WIB
Diki siswa SMK di Luwu Utara, Sulsel, berjualan siomai di sekolahnya sendiri. (M Riyas/detikcom)
Diki, siswa SMK di Luwu Utara, Sulsel, berjualan siomai di sekolahnya sendiri. (M Riyas/detikcom)
Luwu Utara - "Tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah. Tiada kisah paling indah, kisah kasih di sekolah."

Begitulah syair lagu populer 'Kisah Kasih di Sekolah' yang dinyanyikan Obbie Messakh dan Chrisye. Masa-masa sekolah memang umum tergambar sebagai masa-masa penuh asmara nan berbunga-bunga. Namun, bagi Diki, masa-masa di sekolah adalah masa-masa kerja berjualan siomai juga.

Diki adalah remaja 17 tahun, orang bilang 17 tahun sebagai usia sweet seventeen. Diki memanfaatkan masa-masa sweet seventeen untuk mencari rezeki, mencukupi biaya sekolah dan biaya hidup untuk dirinya dan ibunda tercinta.

Remaja yang jelas tidak manja ini adalah siswa kelas XI Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor di SMK Negeri 8 Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Dia tidak gengsi dan malu, datang ke sekolah setiap hari dengan sepeda motor lengkap dengan keranjang siomai, tabung gas elpiji 3 kg, dan termos es lilin, pokoknya sudah benar-benar seperti penjual siomai pada umumnya.

Diki membuka dagangannya kepada teman-temannya sendiri ketika jam istirahat tiba. Syukurlah, guru dan teman-teman Diki selalu memberi dukungan agar dirinya tak patah semangat untuk terus belajar.

Diki siswa SMK di Luwu Utara, Sulsel, berjualan siomai di sekolahnya sendiri. (M Riyas/detikcom)Diki, siswa SMK di Luwu Utara, Sulsel, berjualan siomai di sekolahnya sendiri. (M Riyas/detikcom)

Mustajab selaku Kepala SMK Negeri 8 Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mengungkapkan prestasi Diki di sekolah masih biasa-biasa saja, belum ada yang menonjol dibanding teman-temannya yang lain. Namun ada satu hal yang patut dicontoh, yaitu tekad kuat Diki yang luar biasa untuk membantu orang tuanya membiayai sekolah dan kehidupan keluarganya.

"Dia punya jiwa dan kemauan yang begitu kuat dalam hal usaha. Seperti yang kita lihat selama ini, dia bisa atau sempat membawa jualannya ke sekolah dengan tidak malu-malu dengan teman yang lain," kata Mustajab kepada wartawan di sekolah, Luwu Utara, Jumat (11/2/2022).

Mustajab menilai Diki sebagai remaja yang mampu memberi ilham kegigihan bagi orang lain. Bagaimana tidak? Diki sudah mencari uang demi melanjutkan hidup. Pekerjaan seperti itu lazimnya bukan dilakoni anak sekolah. Meski begitu, bukan berarti siswa lain perlu sama-sama berjualan siomai juga. Nilai kerja kerasnya-lah yang patut dicontoh dari Diki.

"Ini bisa dijadikan contoh, inspirasi bagi teman yang lain untuk bisa juga seperti Diki, dapat membantu orang tuanya dalam hal membiayai sekolahnya," kata Mustajab.

Diki siswa SMK di Luwu Utara, Sulsel, berjualan siomai di sekolahnya sendiri. (M Riyas/detikcom)Diki, siswa SMK di Luwu Utara, Sulsel, berjualan siomai di sekolahnya sendiri. (M Riyas/detikcom)

Dia tidak melarang siswanya itu berjualan. "Boleh menjual, yang penting tidak mengganggu waktu belajar," kata dia.

Sepulang sekolah, Diki melanjutkan berdagang siomai. Dia pergi ke sekolah-sekolah yang lain dan keliling Desa Mario, dan hal ini terus dilakukan hingga saat ini, mengejar cita-cita menjadi pengusaha sukses.

Tonton juga Video: Siswa-siswi di Solo Kembali Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)