Inspirasi

Siswa Ini Jualan Siomai di Sekolahnya demi Bantu Orang Tua

M Riyas - detikNews
Minggu, 13 Feb 2022 12:40 WIB
Diki siswa SMK di Luwu Utara, Sulsel, berjualan siomai di sekolahnya sendiri. (M Riyas/detikcom)
Diki, siswa SMK di Luwu Utara, Sulsel, berjualan siomai di sekolahnya sendiri. (M Riyas/detikcom)
Luwu Utara - Beginilah keseharian siswa SMK Negeri 8 Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang sempat viral di media sosial, lantaran berjualan siomai dengan menggunakan seragam sekolah.

Diki, begitu saja nama lengkapnya, tinggal hanya berdua dengan ibunya bernama Narwati (50) di sebuah rumah sederhana di Desa Mario, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, harus bangun lebih awal untuk menyiapkan siomai yang akan dijual di sekolah.

Tak ada keraguan remaja 17 tahun ini untuk berjualan di sekolah. Dia tidak malu-malu karena perjuangan ekonomi ini bukan perbuatan memalukan, melainkan mulia.

Berseragam putih-biru, kadang dilengkapi jaket, dia mengendarai sepeda motor dengan panci siomai, tabung gas 3 kg, es lilin, dan perkakas lain di jok motor. Sekilas, dia tampak seperti anak yang hendak berangkat sekolah, namun sekilas juga tampak seperti seorang penjual siomai. Diki memang dua-duanya.

Siswa Kelas XI, Jurusan Tehnik dan Bisnis Sepeda Motor ini datang ke sekolah untuk melaksanakan kewajibannya sebagai siswa, yaitu mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru, sekaligus berjualan siomai.

Diki siswa SMK di Luwu Utara, Sulsel, berjualan siomai di sekolahnya sendiri. (M Riyas/detikcom)Diki, siswa SMK di Luwu Utara, Sulsel, berjualan siomai di sekolahnya sendiri. (M Riyas/detikcom)

Bukan untuk mencari sensasi, anak bungsu dari enam bersaudara ini memilih berjualan siomai dan es lilin di sela-sela kegiatan belajarnya di sekolah untuk membantu keluarganya sepeninggal almarhum ayahnya 10 tahun yang lalu.

Di setiap jam istirahat, Diki memulai berjualan siomai dan es lilin yang dibawanya ke sekolah. Dengan lincah, dirinya melayani teman-teman sekolahnya satu per satu.

Juwita, salah satu teman sekolahnya, yang kerap membeli siomay miliknya di saat jam istirahat, mengaku siomai yang dijual Diki enak. Dalam melayani, Diki selalu baik dan ramah.

"Iya, sering (jajan siomai Diki), enak," kata Juwita di sekolahnya, Jumat (11/2/2022).

Diki siswa SMK di Luwu Utara, Sulsel, berjualan siomai di sekolahnya sendiri. (M Riyas/detikcom)Diki, siswa SMK di Luwu Utara, Sulsel, berjualan siomai di sekolahnya sendiri. (M Riyas/detikcom)

Diki, yang bercita-cita memiliki rumah sendiri dan menjadi pengusaha sukses, telah berjualan selama kurang-lebih satu tahun. Awalnya, dia ikut saudaranya berjualan, kini Diki berjualan sendiri.

"Saya menjual ini demi orang tua, membantu orang tua," kata Diki.

Selain di sekolah, Diki berkeliling Desa Mario berjualan siomai dengan rata-rata penjualan siomai setiap harinya 400 biji, dan uang hasil penjualan diberikan kepada ibunya untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya sekolah Diki. (dnu/dnu)