3 Sindiran PDIP ke Anies dalam Sepekan: 'Firaun'-Pemimpin Santai

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 16:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui massa buruh di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta. Anies menyampaikan keberatan atas UMP yang diterapkan Kemenaker.
Anies Baswedan (Agung Pambudhy/detikcom)

Hasto menyebut Anies melupakan kebijakan positif era Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hingga Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Salah satunya ialah perawatan taman dan danau di DKI Jakarta yang dipelopori Jokowi dan Ahok.

"Contoh sederhana dalam membuat taman, di dalam merawat danau, di dalam membersihkan sungai yang dahulu dipelopori Pak Jokowi dan Pak Ahok yang secara spektakuler yang mampu mengubah Waduk Ria Rio, sekarang bisa lihat di sana. Kita juga bisa lihat di Tanah Abang bagaimana pengaturannya, apakah ada taman-taman kota yang dirawat dengan baik?" ujarnya.

Hasto juga menyebut banyak pasukan oranye yang duduk-duduk dan ekskavator Pemprov DKI yang terparkir di aliran Kali Cideng. Dia lalu membandingkan cara kerja Jokowi-Ahok.

"Berbeda di era Jokowi dan Ahok. Semua ekskavator berjalan. Masyarakat harus menjadi pengawas agar program bisa dijalankan sebaiknya," ucapnya

Hasto juga membandingkan kemampuan Jokowi, Ahok, hingga Djarot Saiful Hidayat yang saat itu sempat memimpin Jakarta mengubah kultur pelayanan masyarakat. Contohnya layanan pemadam kebakaran.

"Itu dulu sebelum Pak Jokowi. Ketika menjabat, Pak Jokowi mengubah kultur itu. Rakyat yang jadi korban, pemadam otomatis memadamkan. Tidak perlu negosiasi. Itu perubahan kultural. Ini contoh pemimpin mengalirkan disiplin dan ketegasan yang membuat birokrasi satu nafas. Kepemimpinan diukur apabila gubernur berwibawa sampai petugas di lapangan bertugas disiplin, itu namanya kultural organisasi," kata Hasto.

"Jadi tidak bisa pemimpin santai, kerjanya meminta yang di bawah bekerja," pungkasnya.


(haf/idh)