PDIP Bandingkan Kinerja Jokowi-Ahok-Anies di DKI, Sindir Pemimpin Santai

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 15:00 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/1/2022).
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Jakarta -

Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan segera berakhir pada Oktober mendatang. PDIP mengatakan pemerintahan DKI Jakarta era Anies hanya fokus menggarap hal yang tampak dan yang berada di jantung kota saja.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Anies lebih banyak mengurusi lingkungan di Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin tanpa mau melihat kondisi pinggiran Jakarta.

"Hal-hal yang berada di pinggiran Jakarta itu tidak mendapatkan sentuhan yang membawa perubahan secara sistemik bagi kemajuan daerah," kata Hasto kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/1/2022).

PDIP menilai Anies juga melupakan sejumlah kebijakan positif Gubernur DKI Jakarta era Joko Widodo (Jokowi) hingga Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Contohnya, kata dia, Anies luput merawat taman dan danau di DKI Jakarta yang dipelopori Jokowi dan Ahok.

"Contoh sederhana dalam membuat taman, di dalam merawat danau, di dalam membersihkan sungai yang dahulu dipelopori Pak Jokowi dan Pak Ahok yang secara spektakuler yang mampu mengubah Waduk Ria Rio, sekarang bisa lihat di sana. Kita juga bisa lihat di Tanah Abang bagaimana pengaturannya, apakah ada taman-taman kota yang dirawat dengan baik?" ujarnya.

Sembari berkegiatan menanam pohon di Danau Kampung Bintaro, Jakarta Selatan, Hasto turut menyinggung banyaknya pasukan oranye yang sekarang ini terlihat duduk dan banyak ekskavator milik Pemprov DKI yang terparkir tidak digunakan di aliran Kali Cideng dekat gedung KPK.

"Saya kalau di Jakarta berkeliling, bagaimana banyak ekskavator yang menganggur. Di KPK itu saya sampai bilang, itu buat apa di depan KPK ekskavator menganggur. Mengeruknya tidak dilakukan, klaim atas biaya ekskavator dilakukan," tutur Hasto.

Hasto lantas membandingkan saat Jokowi dan Ahok memimpin Jakarta. Dia mengatakan semua ekskavator berjalan sehingga semua program lancar.

"Berbeda di era Jokowi dan Ahok. Semua ekskavator berjalan. Masyarakat harus menjadi pengawas agar program bisa dijalankan sebaiknya," ucapnya

Hasto juga membandingkan kemampuan Jokowi, Ahok, hingga Djarot Saiful Hidayat, yang saat itu sempat memimpin Jakarta mengubah kultur pelayanan masyarakat. Contohnya layanan pemadam kebakaran.

"Itu dulu sebelum Pak Jokowi. Ketika menjabat, Pak Jokowi mengubah kultur itu. Rakyat yang jadi korban, pemadam otomatis memadamkan. Tidak perlu negosiasi. Itu perubahan kultural. Ini contoh pemimpin mengalirkan disiplin dan ketegasan yang membuat birokrasi satu napas. Kepemimpinan diukur apabila gubernur berwibawa sampai petugas di lapangan bertugas disiplin, itu namanya kultural organisasi," kata Hasto.

"Jadi tidak bisa pemimpin santai, kerjanya meminta yang di bawah bekerja," pungkasnya.

Baca Berita selengkapnya di halaman berikut

Lihat juga Video: PDIP Siapkan Ahok Jadi Kepala IKN, Apa Komentar PKS?

[Gambas:Video 20detik]