Hadiri Acara di Sulsel, Anies Bicara Ibu Kota Negara Pindah-Proyek JIS

Hermawan Mappiwali - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 16:07 WIB
Anies Baswedan di Acara Masyarakat Sulsel Menyambut Anies Baswedan di Makassar. (Hermawan/detikcom)
Anies Baswedan di acara 'Masyarakat Sulsel Menyambut Anies Baswedan' di Makassar. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menghadiri acara 'Masyarakat Sulawesi Selatan Menyambut Anies Baswedan' di Kota Makassar. Dalam forum itu, Anies berbicara tentang wacana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan.

Awalnya, dalam forum sesi tanya-jawab bersama warga Sulsel di Makassar, Sabtu (22/1/2022), seorang warga bernama Sugali bertanya kepada Anies soal ibu kota negara yang telah disahkan RUU pemindahannya oleh DPR ke Nusantara, Kalimantan Timur.

Menjawabnya, Anies memulai pemaparan dari usia Jakarta dan Makassar, yang telah ratusan tahun menjadi ibu kota. Menurutnya, meski ibu kota Sulsel telah pindah ke daerah lain, Makassar tetap menjadi sentral kegiatan. Sama halnya dengan Jakarta ketika ibu kota negara nantinya pindah.

"Jakarta ini sudah jalan 500 tahun. Seperti Makassar, berapa usia kota Makassar ini? 600 tahun, 700 tahun? Jadi apakah ibu kota Sulawesi Selatan tetap di Makassar atau tempat lain, kota ini tetap menjadi sentral kegiatan kebudayaan, kegiatan perekonomian, kegiatan di sini tetap walaupun kegiatan pemerintahannya geser. Jakarta juga begitu," tegas Anies.

Anies kemudian menyinggung pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) yang dilakukan dari wilayah utara Jakarta. Anies sempat memutar video terkait pembangunan JIS.

"Jadi sekadar ilustrasi saja. Ini salah satu proyek yang dikerjakan dengan tidak penuh gegap gempita. Nanti tepuk tangannya kalau sudah selesai. Kita simak saja dulu dengan tenang," kata Anies.

Dia lalu berbicara tentang pembangunan JIS di Jakut. Dia mengatakan Jakarta akan tetap menjadi sentra kegiatan meski ibu kota negara pindah.

"Kenapa (JIS) dibangun di Jakarta Utara, mau ngirim pesan Jakarta itu mulainya di utara, namanya di Sunda Kelapa," katanya.

Karena Jakarta dulu dibangun dari utara, perkembangan zaman membuat pembangunan Jakarta mengarah ke pusat hingga selatan, yang lantas membuat banyak masalah sosial di Jakarta.

"Utara penuh, masalah sosial banyak, turun ke bawah, Jakarta Pusat sekarang, masalahnya banyak, padat, kotor. Lalu pindah ke selatan," paparnya.

Anies menilai pemindahan ibu kota negara itu terjadi karena banyaknya masalah yang harus diemban Jakarta. Padahal, bagi Anies, masalah itu seharusnya diselesaikan, bukan malah ditinggalkan dengan memindahkan ibu kota negara.

"Kita ini kalau ada masalah, bukannya diselesaikan, (tapi) ditinggalkan. Jakarta Utara ditinggalkan ke selatan, Jakarta Selatan sudah mulai padat, sudah mulai penuh pindahnya ke luar Jakarta," imbuhnya.

"Karena itu, kita bangun stadion di Jakarta Utara ingin kirim pesan kepada semua, mari kita kembalikan wilayah utara sebagai salah satu pusat perekonomian di Jakarta," pungkasnya.

Lihat juga Video: Diisukan Jadi Calon Pemimpin Nusantara, Ridwan Kamil: Belum Ada Komunikasi

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/jbr)