Anies-Ridwan Kamil Duduk Sebelahan di Zulhas Award

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 15:17 WIB
Anies dan Ridwan Kamil duduk sebelahan di acara Zulhas Award (Annisa-detikcom)
Foto: Anies dan Ridwan Kamil duduk sebelahan di acara Zulhas Award (Annisa-detikcom)
Jakarta -

Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar Zulhas Award di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terlihat duduk bersebelahan di acara ini.

Selain Anies dan Ridwan Kamil, Zulhas Award juga dihadiri sejumlah pejabat dan kepala daerah. Menteri BUMN Erick Thohir serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga hadir dalam acara ini.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) bicara soal 'Indonesia Butuh Islam Tengah'. Dia menyebut pentingnya posisi Islam yang moderat.

"Semangat ber-Islam tidak dicurigai sebagai sikap keras atau radikal, pada saat yang sama sikap toleran juga tidak berarti mengabaikan batas-batas yang telah ditetapkan agama," ujar Zulhas dalam pidatonya, Sabtu (29/1/2022).

Dia mengatakan politik identitas belakangan memicu perselisihan. Zulhas mengingatkan agama mengajarkan hidup dalam damai.

"Perselisihan yang belakangan terjadi akibat digunakannya politik identitas. Tafsir beragama dalam politik harus bisa mengayomi dan mendamaikan," katanya.

Zulhas menilai umat Islam perlu mengimplementasikan cara beragama yang moderat. Dia menyebut Islam tengah menjadi konsep Islam yang jalan bersama konsep kebangsaan.

"Islam Tengah merupakan sebuah konsep keislaman dan jalan kebangsaan yang perlu menjadi panduan bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari," kata Zulhas.

PBNU-Muhammadiyah Tanggapi Pidato Zulhas

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menanggapi pidato kebudayaan Zulhas. Dia menyebut hal ini penting guna meningkatkan kualitas demokrasi.

"Bisa mengikis politik identitas dan meningkatkan kualitas demokrasi kita," ucap Yahya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir mengatakan jarang tokoh politik yang menyampaikan pidato kebudayaan. Dia menilai langkah Zulhas harus diapresiasi.

"Ini merupakan sesuatu yang baik dan perlu diapresiasi. Pak Zul membawa politik yang berorientasi kebudayaan. Kebudayaan adalah sumber nilai-nilai luhur, tidak semata berorientasi pada kekuasaan," katanya.

Simak juga Video: Ridwan Kamil Kode Siap Pimpin Ibu Kota Nusantara?

[Gambas:Video 20detik]



(azl/haf)