Beda Polisi Vs Akbar Rais soal Mobil Mewah Dokumentasi di Tol Andara

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 08:02 WIB
Polisi tegur rombongan mobil mewah foto-foto di Tol Andara
Konvoi mobil mewah di Tol Andara, Jaksel (Foto: Dok. TMC Polda Metro Jaya)
Jakarta -

Konvoi mobil mewah di Tol Andara, Jakarta Selatan, menuai sorotan publik. Pasalnya, para pengendara mobil mewah itu mengambil dokumentasi video di jalan tol sehingga menimbulkan kemacetan.

Kejadian pada Minggu (23/1) pagi itu sempat viral setelah diunggah akun Twitter resmi TMC Polda Metro Jaya. Dalam unggahan itu disebutkan konvoi mobil mewah tersebut ditegur lantaran mengambil video hingga menimbulkan kemacetan dan mengganggu pengguna jalan lain.

Di sisi lain, drifter nasional yang juga salah satu peserta konvoi, Akbar Rais mengaku rombongannya tidak sampai berhenti di jalan tol saat proses pengambilan video itu. Akbar Rais mengaku rombongannya berhenti lantaran disetop polisi Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya.

Meski begitu, polisi tidak menilang rombongan konvoi mobil mewah itu. Polisi memberikan teguran lisan saja kepada para pengemudi mobil mewah tersebut.

"Dilakukan peneguran sama anggota. Karena dari pemobilnya sudah akui kesalahan dan tidak akan lakukan kesalahannya lagi," ujar Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Sutikno saat dihubungi detikcom, Senin (24/1).


Versi Polisi: Konvoi Mobil Mewah Ambil Video Sambil Jalan, tapi Pelan

Kompol Sutikno menjelaskan aksi dokumentasi rombongan mobil mewah ini tidak sampai berhenti di ruas jalan. Menurut Sutikno, pengambilan dokumentasi dilakukan para pengemudi sambil melajukan kendaraannya, tetapi kecepatannya pelan.

"Jadi sebenarnya gini, dia jalan tapi jalannya memenuhi jalur dan pelan-pelan. Lalu ada yang ambil video di situ," kata Sutikno saat dihubungi, Senin (24/1).

Ada lebih dari tujuh mobil mewah yang terlibat dalam konvoi tersebut, di antaranya Ferrari dan Porsche. Polisi saat itu langsung memberikan teguran kepada para pengendara.

"Dilakukan peneguran sama anggota karena dari pemobilnya sudah akui kesalahan dan tidak akan lakukan kesalahannya lagi," jelas Sutikno.

Merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan yang mengatur batas kecepatan kendaraan di jalan tol, minimal kecepatan kendaraan adalah 60 km/jam.

"Yang jelas undang-undang di tol itu kecepatan paling lama 60 (km/jam). Jadi kalau mereka jalannya kurang dari itu yang lain pasti terlambat," katanya.


Versi Polisi: Dokumentasi Konvoi Mobil Mewah Bikin Macet

Aksi pengambilan dokumentasi di jalan Tol Andara yang dilakukan rombongan mobil mewah ini mengganggu arus lalu lintas sehingga menimbulkan kemacetan di jalan tol. Saat itu ada lebih dari 7 mobil yang terlibat dalam pengambilan dokumentasi ini.

"Lebih dari 7 (mobil) sehingga mengganggu pengguna jalan yang lain," ujar Kompol Sutikno, Minggu (23/1).

Sebelumnya, akun Twitter TMC Polda Metro Jaya juga mengunggah aksi konvoi mobil mewah yang melakukan dokumentasi di jalan tol itu. TMC Polda Metro Jaya menyebutkan aksi itu memacetkan arus lalu lintas.

"Sat PJR melakukan penindakan kepada para pengemudi kendaraan mobil mewah yang beriringan yang sedang melaksanakan dokumentasi di dalam ruas tol sehingga menyebabkan kemacetan dan mengganggu pengemudi lain," tulis akun Instagram @tmcpoldametrojaya, Minggu (23/1)

Simak versi Akbar Rais di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Bantahan Akbar Rais soal Konvoi Mobil Mewah Berhenti di Tol untuk Foto

[Gambas:Video 20detik]