Bertubi-tubi Kemendikbud Dicecar MK Soal Dugaan 'Kartel' Gelar Profesor

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 14 Jan 2022 09:30 WIB
Dua orang ahli dihadirkan untuk menjadi saksi dalam sidang lanjutan Uji Formil UU KPK. Dua orang ahli itu yakni Zainal Arifin Mochtar dan Bivitri Susanti.
Sidang MK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sidang judicial review UU Guru dan Dosen yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK) membuka kotak pandora Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Ristek Dikti). Pemohon yang juga dosen senior UI, Dr Sri Mardiyati menduga ada 'kartel' profesor di Dikti.

Sidang judicial review masih berlangsung di MK. Berikut ringkasan judicial review tersebut yang dirangkum detikcom, Jumat (14/1/2022):

Siapakah Pemohon Judicial Review?

Sri Mardiyati adalah dosen tetap Fakultas MIPA UI dan mengajar sejak 1991. Beberapa tulisannya yang dimuat di jurnal internasional. Di antaranya Numerical Analysis of the Electrical Potential Calculation in a Transversely Isotropic Media, Polinomial Permutasi di Gelanggang Zn, Relasi antara perbedaan potensial pada permukaan media dan perbedaan konduktiviti di media, Transversely Isotropic Media with Layers Having Exponentially Varying Conductivity, hingga Prediksi Resiko Morbiditas Pasca Operasi Bedah.

Apa yang Dialami Sri Mardiyati?

Nama Sri sudah diusulkan menjadi profesor oleh Dekan Fakultas MIPA pada 14 Mei 2019. Disusul pengesahan hasil validasi oleh Rektor UI pada Oktober 2019 dan diteruskan ke Kemendikbud. Sri kaget sat mendapat Nota Dinas dari Direktur SDM UI yang menyebutkan berdasarkan hasil keputusan rapat panitia penilai pusat, usulan Sri menjadi Guru Besar belum dapat dipertimbangkan. Salah satu alasannya karena salah satu karya ilmiah Sri tidak memenuhi syarat.

Selidik punya selidik, penentu akhir di Kemendikbud adalah di Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Iptek dan Dikti yang menolak pemberian gelar itu. Karena karya ilmiah Sri di-review oleh profesor yang tidak sesuai rumpun bidangnya. Sebagai karya tulis rumpun matematika, karya tulisnya dinilai oleh guru besar di bidang elektro, guru besar di bidang fisiologi/genetika molekuler tanaman dan guru besar di bidang fisika.

Lihat juga Video: Seputar Gibran dan Kaesang yang Dilaporkan Dosen UNJ ke KPK

[Gambas:Video 20detik]