Anggota DPR Dorong 3 Oknum TNI Penabrak Handi-Salsa Dibui Seumur Hidup

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 26 Des 2021 06:08 WIB
Dave Laksono
Dave Laksono (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono, mendukung agar 3 oknum TNI yang terlibat dalam kematian Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) di Nagreg, Bandung dihukum hingga seumur hidup. Dia menekankan bahwa anggota TNI harusnya melindungi masyarakat.

"Terakhir saya dengar Panglima akan memberikan sanksi pemecatan tidak dengan hormat, serta hukuman pidana sampai seumur hidup. Pastinya (dukung langkah Panglima TNI itu)," kata Dave kepada wartawan, Sabtu (25/12/2021).

Dave mengatakan bahwa prajurit TNI disumpah untuk membela negara. Selain itu, prajurit TNI juga berkewajiban untuk melindungi warga.

"Mereka disumpah untuk membela negara dan melindungi warganya," tuturnya.

Lebih lanjut, Dave menyebut harusnya pihak yang terlibat dalam kecelakaan Handi dan Salsabila itu harusnya membawa korban ke rumah sakit, bukan membuang korban ke sungai.

"Siapapun yang salah dalam kecelakaan tersebut, mereka sewajibnya menolong dengan membawa ke rumah sakit, bukan membuang dua korban ke sungai," sebutnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa turun tangan menangani keterlibatan oknum TNI AD dalam kasus kematian Handi Saputra (18) dan Salsabila (14). Jenderal Andika memastikan akan memproses secara internal oknum TNI AD dimaksud.

"Saya akan kawal terus proses hukum sampai tuntas dengan tuntutan maksimal untuk tindak pidananya," terang Andika, Jumat (24/12)

"Selain itu, hukuman tambahan adalah pemecatan dari dinas militer," imbuhnya.

Tiga oknum TNI AD yang diduga terlibat kematian sejoli itu tengah diperiksa di satuan masing-masing. Ketiganya melanggar Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta KUHP Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

"UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, antara lain Pasal 310 (ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun) dan Pasal 312 (ancaman pidana penjara maksimal 3 tahun). KUHP antara lain Pasal 181 (ancaman pidana penjara maksimal 6 bulan), Pasal 359 (ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun), Pasal 338 (ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun), Pasal 340 (ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup)," kata Kapuspen TNI Mayjen Prantara melalui keterangan tertulis, Sabtu (25/12).

Ketiganya adalah Kolonel Infanteri P Korem Gorontalo Kodam Merdeka, tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Merdeka, Manado. Kopral Dua DA Kodim Gunungkidul, Kodam Diponegoro, tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang. Kopral Dua Ahmad Kodim Demak, Kodam Diponegoro, tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang.

Kasus ini berawal ketika sebuah mobil yang ditumpangi tiga pria menabrak Handi dan Salsa di Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (8/12) sore. Mereka mengangkut dan membawa tubuh Handi-Salsa ke dalam mobil bercat hitam itu.

Pemobil langsung tancap gas ke arah Limbangan dengan alasan akan membawa sejoli tersebut ke rumah sakit. Saksi mengungkapkan ciri-ciri tiga pria itu berbadan tegap.

Beberapa hari kemudian, mayat Handi-Salsa ditemukan di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Pelaku diduga kuat sengaja membuang tubuh sejoli tersebut.

(lir/dnu)