KPK Proses Laporan Terkait Pembobolan Bank DKI Rp 50 Miliar

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 19 Des 2021 17:21 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Masih ingat dengan kasus pembobolan Bank DKI senilai RP 50 miliar pada 2019? Kini kasus itu mencuat kembali ke publik. Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan terkait kasus tersebut dari masyarakat.

"Benar, bahwa KPK telah menerima berbagai aduan dugaan tindak pidana korupsi dari masyarakat salah satunya aduan dimaksud yang telah diterima oleh Bagian Persuratan KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Minggu (19/12/2021).

Ali menerangkan KPK akan memproses dan menelaah laporan tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah laporan tersebut menjadi ranah tindak pidana korupsi dan menjadi tupoksi KPK atau tidak.

"Selanjutnya, KPK akan memproses setiap aduan yang masuk dengan memverifikasi dan menelaahnya, sehingga dapat diketahui apakah pengaduan tersebut, sesuai dalam ketentuan undang-undang, termasuk dalam ranah tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK atau tidak," kata Ali.

Kendati demikian, Ali enggan menyampaikan ihwal substansi laporan tersebut. Ali hanya menyebut setiap laporan yang memenuhi unsur tindak pidana korupsi akan ditindaklanjuti KPK dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

"Namun sampai saat ini, KPK belum bisa menyampaikan apa dan bagaimana substansi aduan tersebut. Jika unsur-unsur TPK (tindak pidana korupsi) dalam aduan tersebut terpenuhi, maka KPK tentu akan menindaklanjuti dan menyampaikannya kepada masyarakat sebagai wujud transparansi dan pertanggungjawaban kinerja-kinerja penegakan hukum KPK dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," kata Ali.

Ali menyadari masyarakat sangat berperan penting dalam pemberantasan korupsi. Hal itu dibuktikan dengan perkara korupsi yang ditangani KPK sebagian besar bermula dari laporan masyarakat.

"KPK menyadari betul bahwa peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi sangat penting dan dibutuhkan. Terlebih sebagian besar perkara yang ditangani KPK bermula dari laporan masyarakat," ujarnya.

KPK mencatat, hingga 30 November, ada 3.708 laporan yang diterima KPK dan 3.673 di antaranya telah selesai diverifikasi. Ali mengatakan publik bisa memantau laporan yang diadukan di website resmi KPK di kpk.go.id/statistik/pengaduan-masyarakat.

"Kami mencatat sampai dengan 30 November 2021, KPK telah menerima sejumlah 3.708 aduan dan telah selesai diverifikasi 3.673 aduan. Publik juga bisa memantaunya secara lebih detail melalui website kpk.go.id/statistik/pengaduan-masyarakat," tutur Ali.

"Untuk itu, kami sangat mengapresiasi pihak-pihak yang terus gigih berperan dan menaruh optimisme terhadap upaya bersama pemberantasan korupsi di Indonesia," imbuhnya.

Kasus pembobolan Bank DKI senilai Rp 50 miliar pernah menyita perhatian publik pada 2019 silam, simak di halaman selanjutnya...

Simak juga Video: Detik-detik Pembobol Belasan Mesin ATM di Sulsel Dibekuk Polisi

[Gambas:Video 20detik]