Korupsi Perizinan Sawit, Penyuap Bupati Kuansing Segera Disidang

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 20:48 WIB
Kepanjangan KPK hingga Tugas-tugas Lembaga Antikorupsi Itu
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK menyatakan berkas perkara penyuap Bupati Kuansing Andi Putra, Sudarso, telah lengkap. Sudarso akan segera disidang karena diduga menyuap Andi Putra untuk perpanjang hak guna usaha (HGU) perkebunan sawit.

"Hari ini (17/12/2021) dilaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) dengan Tersangka SDR (Sudarso/General Manager PT AA) dari tim penyidik pada tim jaksa karena seluruh isi kelengkapan berkas perkara telah dinyatakan lengkap," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (17/12/2021).

Ali mengatakan penahanan Sudarso akan diperpanjang hingga 5 Januari 2022. Sudarso sementara ditahan di Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur.

"Penahanan selanjutnya oleh tim jaksa untuk waktu 20 hari ke depan, dimulai 17 Desember 2021 sampai dengan 5 Januari 2022 di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur," ujar Ali.

Selanjutnya, Ali menyebut dalam 14 hari ke depan jaksa KPK akan segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkannya ke pengadilan. Sudarso akan disidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

"Tim jaksa segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkara dimaksud dengan waktu 14 hari kerja ke Pengadilan Tipikor. Persidangan diagendakan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru," ujarnya.

Di sisi lain, KPK juga memperpanjang penahanan Andi Putra selama 30 hari ke depan hingga 16 Januari 2022. Andi Putra kini masih mendekam di Rutan KPK Merah Putih.

"Selain itu, tim penyidik juga melanjutkan masa penahanan Tsk AP untuk waktu 30 hari ke depan terhitung mulai 17 Desember 2021 sampai dengan 16 Januari 2022 di Rutan KPK pada gedung Merah Putih berdasarkan penetapan dari Ketua Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru," katanya.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa KPK hingga kini masih mengumpulkan alat bukti agar perkara ini dapat dikupas seluruhnya. Salah satunya yakni memanggil para saksi yang diduga tahu atas perkara ini.

"Tim penyidik masih terus bekerja dengan melakukan pengumpulan bukti dengan memanggil pihak-pihak yang memiliki pengetahuan terkait dengan perkara ini," katanya.

Diketahui, Andi Putra diduga menerima suap terkait perizinan perkebunan dari Sudarso sebesar Rp 700 juta. Suap itu diduga diberikan untuk memperpanjang hak guna usaha (HGU) perusahaan milik Sudarso, yakni PT Adimulia Agrolestari.

"Diduga telah dilakukan pemberian pertama oleh SDR (Sudarso) kepada AP (Andi Putra) uang sebesar Rp 500 juta. Lalu, pada tanggal 18 Oktober 2021, SDR juga diduga kembali menyerahkan kesanggupan itu kepada AP menyerahkan uang sekitar Rp 200 juta," ujar Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, Selasa (19/10).

Akibat perbuatannya tersebut, Sudarso disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Andi Putra selaku tersangka penerima dijerat Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Selanjutnya, bukti-bukti tersebut akan dicocokkan keterkaitannya dengan perkara ini dan dilakukan penyitaan untuk melengkapi berkas perkara tersangka AP dkk," katanya.

Simak video 'Kejari Tebo Setop Tuntutan 2 Penadah Sawit yang Dapat Rp 20 Ribu Sehari':

[Gambas:Video 20detik]

(azh/dwia)