Kapolri Ibaratkan Itwasum Wasit: Harus Tegas-Tak Ragu Keluarkan Kartu Merah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 18:35 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi Anev Itwasum Polri, di Yogyakarta, Jumat (17/12/2021).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok. Istimewa)
Yogyakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hari ini menghadiri rapat koordinasi analisis dan evaluasi (anev) Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri, di Yogyakarta. Jenderal Sigit mengibaratkan Itwasum Polri sebagai wasit olahraga yang harus tegas dan tak ragu memberikan sanksi jika ada pelanggaran.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), soal peran utama dari fungsi pengawasan adalah untuk tetap menjamin suatu organisasi berjalan sebagaimana mestinya agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

"Baik perencanaannya, kesiapan SDM-nya, logistiknya, bagaimana pemanfaatan penggunaan anggaran, sehingga betul-betul bisa dipertanggungjawabkan. Karena memang basis dari kinerja berbasis anggaran, bagaimana pertanggungjawabkan semua, sehingga akuntabel, efektif dan efisien," kata Sigit mengawali pengarahannya, Jumat (17/12/2021).

Dalam organisasi Polri, Sigit menekankan bahwa Itwasum Polri merupakan salah satu bagian yang sentral. Sigit mengibaratkan Itwasum sebagai seorang wasit di pertandingan olahraga, ketika wasit harus mampu bersikap tegas ketika ada pelanggaran-pelanggaran.

"Ibarat suatu pertandingan olahraga rekan-rekan adalah seorang wasit yang mampu menjadi wasit yang tegas, sehingga pertandingan bisa berjalan dengan baik, berjalan dengan fair, tidak ada pemain yang melakukan pelanggaran, offside atau bahkan kita ikut larut ke dalam salah satu klub, pemain," ujar eks Kapolda Banten itu.

Sebagai wasit yang tegas, kata Sigit, harus tahu kapan mesti mengeluarkan kartu kuning dan kartu merah. Bahkan juri lapangan itu juga bisa mengeluarkan pemain dalam suatu pertandingan apabila melakukan pelanggaran yang keras.

"Sehingga pada saat waktunya melihat, kapan ini harus diberikan kartu kuning. Rekan-rekan juga tidak ragu-ragu kapan diberikan kartu merah. Bahkan rekan-rekan juga bisa meminta pemain keluar," ucap mantan Kabareskrim Polri ini.

Analogi itu, kata Sigit, Itwasum harus berperan sebagai pihak yang memastikan bahwa Polri sudah sesuai dengan tugas pokoknya, yakni melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat akan terus meningkat terhadap institusi Korps Bhayangkara.

"Sehingga betul-betul bisa melaksanakan tugas pokoknya, melindungi, melayani dan mengayomi secara profesional, kemudian muncul kepercayaan. Karena, pelayanan yang baik dan kemudian harapan kita kepuasan publik, yang tentunya akan makin meningkat," papar Jenderal Sigit.

"Kepercayaan publik akan semakin meningkat tentunya ini sangat baik untuk organisasi ke depan. Penting sekali kepercayaan dan kepuasan publik sehingga Polri hadir di lapangan betul-betul dicintai masyarakat," imbuhnya.

Lebih dalam, Sigit meminta kepada Itwasum Polri bisa beradaptasi dengan perkembangan lingkungan strategis. Dia menekankan Polri harus bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi informasi dan tantangan lainnya.

"Demikian juga disikapi seluruh personel Polri untuk betul-betul kemudian bisa atasi ini semua. Tentunya, peran dari Itwasum Polri selalu mengingatkan dan memanfaatkan perkembangan lingkungan strategis yang ada, seperti pemanfaatan teknologi informasi," terang Sigit.

"Bagaimana mau tidak mau kita harus transparan dan akuntabel. Ini menjadi harapan publik yang terus berkembang dan kita mengawal serta menjaga agar organisasi betul-betul mencapai tujuan dengan baik," sambung dia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.