Jejak Jusuf Muda Dalam, Terpidana Pertama yang Dihukum Mati di Kasus Korupsi

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 12:24 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Heru Hidayat dituntut hukuman mati oleh jaksa di kasus ASABRI. Tuntutan mati ini menjadi tuntutan mati kedua dalam sejarah Indonesia untuk kasus korupsi. Yang pertama, tuntutan ditujukan kepada Jusuf Muda Dalam. Siapa dia?

"Sepanjang sejarah, baru dua kali pelaku tipikor dituntut hukuman mati," kata guru besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Prof Hibnu Nugroho kepada detikcom, Selasa (7/12/2021).

Lalu siapakah Jusuf Muda Dalam? Berdasarkan putusan kasasi yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), jabatan terakhir Jusuf Muda Dalam adalah Menteri Urusan Bank Sentral RI kurun 1963-1966. Setelah masuk Orde Baru, Jusuf Muda Dalam kemudian diadili atas beberapa kasus.

Jaksa mengajukan sejumlah dakwaan, yaitu:

1. Pemberian impor yang mengakibatkan insolvensi internasional dan lebih lanjut merongrong kekuasaan negara atau kewibawaan pemerintah.
2. Memberikan kredit tanpa agunan pada 1964-1966.
3. Kepemilikan senjata api.
4. Melakukan perkawinan dengan 6 perempuan, yaitu Sutiasmi, Salamah, Jajah, Ida Djubaidah, Djufriah, dan Sari Narulita.

Di kasus itu, jaksa menyita:
1. Mobil Fiat B-918-P
2. Mobil Fiat B-7175-N
3. Mobil Fiat No pol sementara
4. Mobil Volkswagen Nopol V-8122
5. Mobil Opel Kapitean Nopol B-81583
6. Mobil Porsche
7. Senjata api
8. Rumah di Jalan Wijaya VI Jaksel
9. Rumah di Jalan Cikajang, Jaksel
10. Rumah di Kebon Jeruk, Palmerah
11. Rumah di Slipi, Kompleks BNI
12. Rumah di Jl Menteng Wadas
13. Rumah di Cilandak
14. Tanah di Cililitan

Simak Video 'Pertimbangan JPU Tuntut Heru Hidayat Dihukum Mati di Kasus ASABRI':

[Gambas:Video 20detik]