Ulah Bejat Predator Seks di Game Free Fire Incar Belasan Bocah

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 07:46 WIB
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan pelecehan seksual anak melalui game online bernama Free Fire (FF).
Bareskrim Polri mengungkap kasus predator seks melalui game Free Fire. (Agung Pambudhy/detikcom)

Kepada korban D, S meminta nomor kontak WhatsApp. Dalam momen inilah dugaan pelecehan seksual mulai dilancarkan S kepada korban D.

"Lalu tersangka meminta nomor WhatsApp korban dan chat di nomor WhatsApp korban. Kemudian tersangka mengirimkan contoh video porno kepada korban dan minta korban untuk mengirimkan foto dan video porno (telanjang). Jika korban mau, diberi diamond sebanyak 500-600 (seharga Rp 100 ribu)," tuturnya.

"Korban sempat menolak. Namun tersangka mengancam akan menghilangkan akun game korban sehingga korban menuruti kemauan tersangka. Tersangka menghilangkan akun game korban sehingga korban menuruti kemauan tersangka. Selain itu, tersangka memaksa korban untuk mau diajak VCS (video call sex) dengan janji akan diberikan diamond, lalu D mengirimkan video porno dirinya ke tersangka," sambung Reinhard.

Korban dalam kasus predator seks ini dari S ternyata tidak hanya D, melainkan total ada 11 anak perempuan. Polisi sudah berhasil melacak 4 korban S, dan 7 anak lainnya belum terdeteksi identitasnya.

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan pelecehan seksual anak melalui game online bernama Free Fire (FF).Dittipidsiber Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan pelecehan seksual anak melalui game online bernama Free Fire. (Agung Pambudhy/detikcom)

"(Total korban) 11 anak perempuan, umur 9-17 tahun, yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. 4 anak sudah ditemukan dan sudah dilakukan pemeriksaan, 7 anak belum ditemukan identitasnya," imbuh Reinhard.

Bareskrim menangkap S di tengah laut wilayah Berau, Kaltim. Dari penjelasan polisi, diketahui S merupakan nelayan yang menjaga bagan.

"Iya dia (S) kerja di bagan (tempat penangkapan ikan di tengah laut). Dia kerja di tengah laut. Seminggu (di darat), seminggu (di bagan), baru ganti orang," jelas Kombes Reinhard Hutagaol.

"Betul (ditangkap di tengah laut). Lagi shift dia," sambungnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: