6 Kabar Terkini soal Dugaan Dosen Unri Ciumi Mahasiswi

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 06:55 WIB
Dekan FISIP Unri, Syafri Harto (Raja-detikcom)
Foto: Dekan FISIP Unri, Syafri Harto (Raja-detikcom)

4. TPF Dugaan Dekan Ciumi Mahasiswi Diisi Dosen, Unri Jamin Netralitas

Rektor Universitas Riau (Unri), Prof Aras Mulyadi, membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk mengusut kasus mahasiswi diduga dicium dosen pembimbing. Tim itu terdiri dari dosen.

"Tim TPF sudah melakukan proses pencarian fakta. Tim terdiri dari dosen semua," kata Humas Unri, Rioni Imron, kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).

Tim itu dibentuk dan mulai bekerja pada Senin (8/11). Tim dibentuk secara khusus untuk mengusut dugaan kasus yang menimpa mahasiswi.

"Tim TPF dibentuk ad hoc karena kasus ini. Dibentuk oleh pak rektor," ujar Rion.

Tim TPF dipimpin Ketua satuan Pengawas Internal (SPI) Unri, Ikhsan, yang merupakan mantan Dekan Fakultas Hukum Unri. Dia menjamin netralitas tim TPF besutan rektor.


5. Kemendikbud Tunggu Investigasi TPF

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) masih menunggu tim pencari fakta yang dibentuk Rektor Universitas Riau (Unri) terkait dugaan pelecehan seksual dosen terhadap mahasiswi. Investigasi masih berlangsung.

"Saat ini proses investigasi di Unri sedang berjalan. Kami terus memantau dan menunggu hasilnya," kata Plt Dirjen Pendidikan Tinggi dan Ristek, Prof Nizam, saat dimintai konfirmasi, Selasa (9/11/2021).

Nizam tak banyak bicara soal kasus itu. Dia mengatakan Kemendikbud bakal menunggu hasil investigasi sebelum mengambil tindakan.

"Kita tunggu proses yang sedang berjalan di bawah Pak Rektor Unri," ucapnya.


6. BEM Unri Buka Layanan Pengaduan Pelecehan

BEM Universitas Riau (Unri) membuka layanan pengaduan korban pelecehan seksual di lingkungan kampus. Layanan ini dibuka setelah geger kasus dosen menciumi mahasiswi saat bimbingan skripsi.

Layanan itu diberi nama 'Harapan Center'. BEM Unri menyediakan layanan pengaduan dan menjamin identitas pelapor dirahasiakan.

"BEM Unri lewat Harapan Center membuka wadah bagi para korban untuk melaporkan kasus tersebut. Tetap perjuangkan, jangan takut meski ada intimidasi," tulis seruan di poster layanan yang dibuat BEM Unri seperti dilihat oleh detikcom, Selasa (9/11/2021).

BEM Unri mempersilakan para mahasiswa menghubungi kontak pengaduan di nomor 087796467671. Wakil Ketua BEM Unri Razali mengatakan pihaknya bakal membantu para korban pelecehan mendapat keadilan.

"Iya, pengaduan itu dibuka supaya tahu juga korban lain di kampus," kata Razali.

Razali mengatakan BEM Unri bakal melindungi para korban. Dia berharap korban pelecehan tak ragu melapor.

"Semua pengaduan dan privasi pelapor kami lindungi. Namun sejauh ini belum ada pengaduan masuk ke kita," kata Razali.


(yld/yld)