BEM Unri Buka Layanan Pengaduan Pelecehan Usai Geger Dosen Ciumi Mahasiswi

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 11:19 WIB
Dugaan pelecehan seksual menimpa mahasiswi di Universitas Riau (Unri) angkatan 2018. Dugaan pelecehan seksual itu viral dan beredar di WhatsAap Grup (WAG). (Screenshot video viral)
Dugaan pelecehan seksual menimpa mahasiswi di Universitas Riau angkatan 2018. Dugaan pelecehan seksual itu viral dan beredar di grup WhatsApp. (Screenshot video viral)
Pekanbaru -

BEM Universitas Riau (Unri) membuka layanan pengaduan korban pelecehan seksual di lingkungan kampus. Layanan ini dibuka setelah geger kasus dosen menciumi mahasiswi saat bimbingan skripsi.

Layanan itu diberi nama 'Harapan Center'. BEM Unri menyediakan layanan pengaduan dan menjamin identitas pelapor dirahasiakan.

"BEM Unri lewat Harapan Center membuka wadah bagi para korban untuk melaporkan kasus tersebut. Tetap perjuangkan, jangan takut meski ada intimidasi," tulis seruan di poster layanan yang dibuat BEM Unri seperti dilihat oleh detikcom, Selasa (9/11/2021).

BEM Unri mempersilakan para mahasiswa menghubungi kontak pengaduan di nomor 087796467671. Wakil Ketua BEM Unri Razali mengatakan pihaknya bakal membantu para korban pelecehan mendapat keadilan.

"Iya, pengaduan itu dibuka supaya tahu juga korban lain di kampus," kata Razali.

Razali mengatakan BEM Unri bakal melindungi para korban. Dia berharap korban pelecehan tak ragu melapor.

"Semua pengaduan dan privasi pelapor kami lindungi. Namun sejauh ini belum ada pengaduan masuk ke kita," kata Razali.

Kasus Mahasiswi Diciumi Dosen

Kasus ini mencuat setelah sebuah video pengakuan seorang mahasiswi soal pelecehan seksual di kampus Unri viral. Mahasiswi tersebut mengaku menjadi korban pelecehan yang diduga dilakukan Dekan FISIP Unri Syafri Harto.

Wanita dengan wajah yang disamarkan itu mengaku mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional angkatan 2018 yang sedang menjalani bimbingan skripsi. Dia mengaku mengalami pelecehan pada akhir Oktober lalu di lingkungan kampus.

Mahasiswi itu mengaku dicium Syafri saat bimbingan. Kasus ini telah dilaporkan ke polisi.

Syafri telah membantah tudingan tersebut. Dia kemudian melaporkan balik mahasiswi tersebut ke Polda Riau. Syafri melapor karena merasa nama baiknya dicemarkan. Dia juga mengancam akan menuntut Rp 10 miliar ke mahasiswi itu.

(ras/haf)