Jaksa Cecar RJ Lino soal Pertemuan dengan Perusahaan Pengadaan QCC Pelindo II

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 16:32 WIB
Jakarta -

Jaksa KPK mengkonfirmasi tentang pertemuan Richard Joost Lino atau RJ Lino dengan Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Science and Technology Group Co Ltd. (HDHM) China, perusahaan yang mengerjakan proyek quayside container crane (QCC) di PT Pelindo II. Pertemuan itu terjadi sebelum Pelindo II memilih HDHM sebagai perusahaan yang mengerjakan QCC.

Jaksa mengkonfirmasi RJ Lino di persidangan agenda pemeriksaan terdakwa, RJ Lino duduk sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Jumat (5/11/2021). RJ Lino membenarkan pertemuan itu, namun dia mengaku HDHM datang menemui dia saat proses lelang sudah berlangsung.

"Betul (HDHM datang ke Pelindo II). Saya nggak ingat siapa, saya bertemu kurang-lebih setengah jam," kata RJ Lino.

"Apa kepentingan orang HDHM datang menemui Saudara?" tanya jaksa KPK.

RJ Lino mengaku pertemuannya dengan HDHM itu karena berniat melakukan investasi di Pelindo. Sebab, saat itu Pelindo II baru membeli 120 alat.

"Jadi, begitu saya masuk dengan situasi chaos. Kemudian saya pertama tunjuk konsultan PR company namanya OJV, the second best PR Company in the world, karena ini juga masalah PR. Sehingga kita menyusun program yang saya namakan shorten improvement di mana OJV dengan kemampuan PR-nya itu mengumumkan secara luas. Jadi Pelindo II selama ini nggak pernah high list spot international menjadi high list spot international, dengan rencana investasi lebih 120 alat. Sehingga perusahaan luar negeri antre datang menemui saya ke Indonesia, bukan hanya HDHM, HDHM hanya salah satu, mulai dari bankers, ciptitank, stainless, kontraktor internasional Jepang, China semua datang ke Pelindo II karena lihat ini ada projek besar karena it's here, depan mata," beber Lino.

"Sehingga mereka datang, ya seperti biasa. Saya persilakan mengunjungi. Mereka juga lihat Priok dan Jambi karena itu bagian rencana investasi kita," imbuhnya.

RJ Lino juga menyebut HDHM datang saat proses lelang sudah berlangsung. Dia menyebut HDHM menemuinya tujuannya hanya investasi bukan terkait pengadaan QCC.

"Saat HDHM datang itu sedang berlangsung prosesi lelang ke-8 pengadaan QCC. Kebetulan mereka datang di pertengahan Desember, kemudian di minggu 3 Desember itu dilaporkan lelang gagal, karena semua orang nawar jauh di underestimate, kalau saya pakai budget ada yang menang, tapi saya nggak mau, karena menurut saya angka yang tinggi," katanya.

"Iya, tapi HDHM kepentingannya apa ketika temui Saudara?" cecar jaksa.

"Orang itu datang karena tiba-tiba ada investasi besar di pelabuhan ini, itu hal biasa, Pak," jawab RJ Lino.

Simak pengakuan RJ Lino selengkapnya pada halaman berikutnya.