Sidang Korupsi RJ Lino

Sofyan Djalil Ungkap Alasan Angkat RJ Lino Jadi Dirut Pelindo II

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 15:39 WIB
Sofyan Djalil Jadi Saksi Meringankan RJ Lino
Sofyan Djalil jadi saksi meringankan RJ Lino. (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengungkap alasan mengangkat Richard Joost Lino atau RJ Lino menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo II) saat dirinya masih menjabat Menteri BUMN. Sofyan menyebut dirinya memilih RJ Lino karena berangkat dari kalangan profesional.

Hal itu diungkapkan Sofyan Djalil saat menjadi saksi yang meringankan untuk RJ Lino. Sofyan Djalil bersaksi di sidang RJ Lino di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (3/11/2021). Sofyan Djalil dihadirkan kaitannya selaku mantan Menteri BUMN.

"Saya, orang-orang mengatakan, saya punya keyakinan angkat orang yang bagus menjadi dirut, 80 persen masalah sudah selesai yang 20 persen diselesaikan oleh dirut. Maka, waktu saya menteri itu, saya mencari orang-orang terbaik di kalangan profesional untuk saya tarik ke BUMN," kata Sofyan.

Sofyan menerangkan dirinya mencari sosok dari kalangan profesional untuk menjadi direktur Pelindo II. Melihat profil RJ Lino yang bagus, Sofyan kemudian tertarik mengangkatnya menjadi Direktur Utama Pelindo II.

"Jadi pertimbangan Pak Lino diangkat, saya cari profesional, saya sudah wawancara beberapa orang, tapi kemudian salah satu bekas dirut perusahaan Swedia, itu perusahaan pelayaran, Bambang sudah meninggal. Saya pikir cukup bagus," ungkapnya.

"Tapi kemudian saya belum puas. Ada seseorang mengatakan orang Indonesia menjadi dirut perusahaan pelabuhan di China, dia katanya bekas orang Pelindo, namanya RJ Lino, 'Oh, dia tahu dengan Pak Lino'," sambungnya.

Sofyan kemudian menelepon RJ Lino, yang saat itu berada di Jakarta. Sofyan meminta RJ Lino datang ke kantornya mengikuti wawancara menjadi Dirut Pelindo II.

"Saya tanya punya nomornya tidak, punya, saya telepon. Kebetulan Pak Lino lagi ada di Jakarta, saya bilang Anda datang ke tempat saya, saya wawancara Anda untuk jadi Dirut Pelindo II," tuturnya.

Kata Sofyan, di sesi wawancara dia sempat berkelakar soal kepintaran RJ Lino menjawab pertanyaan. Sofyan menyebut RJ Lino tahu banyak hal tentang pelabuhan.

Singkat cerita, Sofyan mengajukan RJ Lino untuk ikut fit and proper test di hadapan komunitas pelabuhan. RJ Lino pun, kata Sofyan, menyanggupinya.

"Saya bilang, oleh sebab itu, Pak Lino, saya tidak bisa men-judge apakah Anda terlalu pintar atau saya terlalu bodoh. Mau tidak Saudara di-fit and proper test-kan oleh komunitas pelabuhan, mau dia," katanya.

Mantan Menteri BUMN ini pun menyebut fit and proper test terhadap RJ Lino dilakukan di Kementerian BUMN. Dihadiri oleh seluruh direksi Pelindo, seluruh komisaris, perusahaan pelayaran, Menteri Perhubungan, dan Dirjen Perhubungan Laut.