Geger Anjing Canon Mati di Aceh Berujung Permintaan Maaf Pemilik

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 11:38 WIB
Aceh Singkil -

Foto serta video disertai narasi anjing bernama Canon mati setelah ditangkap untuk dipindahkan dari Pulau Banyak ke daratan Aceh Singkil viral. Pemilik anjing Canon meminta maaf atas gegernya kasus ini.

Kehebohan bermula ketika seorang pemilik akun Instagram mengunggah foto dan video terkait anjing Canon, Sabtu (23/10/2021). Postingan itu disertai narasi anjing Canon mati setelah ditangkap untuk dipindah.

Pemilik akun mengunggah video proses penangkapan Canon oleh petugas Satpol PP. Tampak ada sejumlah petugas Satpol PP yang memegang kayu dan berdiri mengelilingi Canon.

Salah satu petugas mengarahkan kayu ke rantai yang mengikat Canon. Anjing itu terlihat ditundukkan. Pemilik akun menyebut kejadian itu terjadi di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Pemilik akun menyebut anjing tersebut kemudian dimasukkan ke keranjang kecil, lalu dibawa pergi. Dia menyebut anjing itu tak bisa bernapas, lalu mati.

Satpol PP Buka Suara

Kasatpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Singkil, Ahmad Yani, mengatakan anjing tersebut ditangkap setelah pihaknya menerima surat dari Camat terkait pemberlakuan wisata halal di kawasan Pulau Banyak. Dia mengatakan ada empat anggota Satpol PP yang berangkat ke Pulau Banyak untuk berkoordinasi dengan Muspika setempat.

Mereka kemudian bergerak ke sebuah resor tempat anjing itu dipelihara. Di sana, katanya, anggota Satpol PP menangkap dua ekor anjing untuk dibawa ke daratan Aceh Singkil.

"Ketika sampai di Singkil, anjing itu sudah mati. Satu lagi yang betina selamat. Kami menduga mungkin anjing itu mati karena stres," kata Ahmad saat dimintai konfirmasi.

Ahmad mengatakan bangkai anjing tersebut telah dikuburkan setelah dirinya berkoordinasi dengan Sekda Aceh Singkil. Dia mengatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh anjing yang mati tersebut.

Dia juga menjelaskan anggota yang memegang kayu dalam proses penangkapan. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mencegah gigitan dan menjaga jarak dari anjing. Dia menyebut tindakan anggotanya telah sesuai prosedur.

"Tindakan kami tidak melanggar SOP," sebutnya.

"Anjingnya waktu dievakuasi ke Singkil diikat pakai rantai dan dimasukkan ke keranjang kol. Cuma itu. Keranjang itu diikat biar nggak pecah," sambung Ahmad.

Dia kemudian menepis narasi dari salah satu akun Twitter yang menyebut mulut anjing itu diikat. Dia menyatakan mulut anjing itu tidak diikat.

"Kalau memang diikat mulutnya, dari sana sudah mati. Itu pembunuhan namanya. Nggak ada kita ikat mulutnya, siapa pula yang berani pegang anjing itu. Yang berani itu kan tuannya," jelasnya.

Menurutnya, proses evakuasi anjing Canon dilakukan Satpol PP bersama Muspika Pulau Banyak setelah mendapat permintaan dari pemilik resor. Dia menyebut, pemilik resor menetap di Berastagi, Sumatera Utara, namun pemilik resor disebut mengizinkan anjing itu dibawa ke daratan Singkil.

Rencananya, anjing itu bakal diambil seminggu setelah dievakuasi. Proses evakuasi Canon, kata Ahmad, juga melibatkan seorang pengelola resor. Ahmad menyebut pengelola itulah yang meminta petugas Satpol PP memasukkan anjing ke keranjang kol.

Menurutnya, petugas tidak ada yang berani karena anjingnya galak. Beberapa petugas disebut mengambil kayu untuk berjaga-jaga agar tidak digigit anjing.

"Keranjang kol yang dipakai itu ditemukan di sekitar resor. Bukan kami bawa dari Singkil. Jadi waktu itu yang memasukkan anjing ke keranjang adalah perempuan tersebut," jelas Ahmad.

"Setelah itu, keranjangnya dilakban, dan yang melakban itu perempuan itu juga dibantu seorang anggota polisi. Jadi keterlibatan Satpol PP apa?" lanjutnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.