Bupati Aceh Singkil Berang Anjing Canon Mati Saat Dipindah Diviralkan

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 13:04 WIB
Pulau Panjang tempat anjing dievakuasi (Agus-detikcom)
Pulau Panjang tempat anjing dievakuasi. (Agus/detikcom)
Aceh Singkil -

Foto dan video dengan narasi soal anjing bernama Canon mati setelah ditangkap untuk dipindah dari Pulau Banyak ke daratan Aceh Singkil viral. Bupati Aceh Singkil, Dulmursid, mengaku keberatan atas tindakan pihak yang memviralkan kasus itu.

Dia awalnya bicara soal aturan yang berlaku di kawasan wisata Pulau Banyak. Menurutnya, sudah ada aturan yang melarang memelihara anjing di lokasi itu.

"Kita lihat dulu, dia memviralkan sebuah berita yang ada dasarnya tidak diperbolehkan memelihara anjing, kita lihat. Kalau memang dia mengelola wisata, kita lihat aturannya juga dia mengelola wisata di situ sudah lengkap belum izinnya. Itu akan kita klarifikasi semuanya," kata Dulmusrid kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

Dulmusrid meminta semua pihak membaca aturan yang berlaku di Aceh. Dia mengingatkan semua pihak mematuhi aturan yang berlaku di suatu wilayah.

"Kalau mereka mau melanjutkan perkara itu dengan hukum saya pikir hak warga negara Indonesia sah-sah saja. Tapi saya pikir dia harus paham dulu aturan itu seperti apa, dia hidup di mana," jelas Dulmusrid.

Dulmursid mengaku keberatan soal kasus anjing mati ini diviralkan. Dia mengatakan pemilik resor harus menyampaikan klarifikasi.

"Kalau kita diajak jalan mediasi dia harus klarifikasi dulu, dia yang viralkan, kita merasa keberatan jadi harus klarifikasi dulu," ujarnya.

Sebelumnya, cerita soal anjing bernama Canon yang mati setelah ditangkap itu diunggah salah satu akun Instagram. Akun tersebut mengunggah sejumlah foto dan video terkait Canon.

Pemilik akun juga mengunggah video yang menunjukkan proses penangkapan Canon oleh Satpol PP. Dalam video itu, tampak sejumlah petugas Satpol PP memegang kayu dan berdiri mengelilingi Canon.

Satu orang di antaranya mengarahkan kayu ke rantai tempat Canon diikat. Anjing itu ditundukkan. Pemilik akun menyebut peristiwa itu terjadi di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Pemilik akun menyebut anjing tersebut kemudian dimasukkan ke keranjang kecil, lalu dibawa pergi. Dia menyebut anjing itu tak bisa bernapas dan akhirnya mati.

Penjelasan Satpol PP

Satpol PP Aceh Singkil menjelaskan cara membawa anjing itu dari Pulau Banyak ke daratan Aceh Singkil.

"Anjingnya waktu dievakuasi ke Singkil, diikat pakai rantai dan dimasukkan ke keranjang kol. Cuma itu. Keranjang itu diikat biar nggak pecah," kata Kasatpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Singkil, Ahmad Yani, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (23/10).

Dia juga menepis narasi dari salah satu akun Twitter yang menyebut mulut anjing itu diikat. Dia menyatakan mulut anjing itu tidak diikat.

"Kalau memang diikat mulutnya, dari sana sudah mati. Itu pembunuhan namanya. Nggak ada kita ikat mulutnya, siapa pula yang berani pegang anjing itu. Yang berani itu kan tuannya," jelasnya.

Ahmad mengatakan proses penangkapan anjing disaksikan pengelola resor. Anjing tersebut dievakuasi ke daratan Singkil untuk diserahkan kembali ke pemiliknya.

"Sampai ke kantor anjingnya sudah mati. Kemudian kita lapor ke Sekda dan anjingnya kita kuburkan," ujarnya.

Dia mengatakan ada dua anjing pemilik resor yang dievakuasi. Satu anjing betina hidup dan sempat dipelihara di kantor Satpol PP sebelum akhirnya diambil pemilik.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan video 'Anjing Juga Punya Hak untuk Hidup, Jangan Sakiti Dia!':

[Gambas:Video 20detik]