Begini Awal Mula Oknum Polsek Kutalimbaru Diduga Cabuli Istri Tersangka

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 00:37 WIB
Apel di Polda Sumut (Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Polda Sumut (Ahmad Arfah-detikcom)
Medan -

Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap awal mula terjadinya dugaan pencabulan oleh oknum anggota Polsek Kutalimbaru terhadap istri seorang tersangka. Polda menyebut hal itu berawal dari pengungkapan kasus narkoba.

"Memang benar ini diawali dari pengungkapan kasus narkoba. Setelah itu, ini penangkapannya tanggal 4 Mei 2021," kata Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Donald Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

"Ditangkap ada dua tersangka laki-laki dan satu diamankan yang pada saat itu identitasnya belum diketahui," tutur Donald.

Donald tidak menjelaskan secara detail siapa yang diamankan itu. Namun, dia mengatakan setelah adanya pengaduan resmi dari pengacaranya, pihaknya lalu mendalami kasus itu.

"Nah setelah kemarin ada pengaduan resmi dari pengacaranya, ini baru kita dalami, sesuai dengan yang dilaporkan kepada kita," ujar Donald.

Donald mengaku selain para tersangka itu, saat penangkapan kasus narkoba, pelapor juga ikut diamankan oleh aparat Polsek Kutalimbaru. "Pada saat itu pelapor ikut diamankan," ucap Donald.

Donald menyampaikan saat ini pihaknya terus melakukan pemeriksaan. Jika peristiwa itu terbukti, oknum Polsek Kutalimbaru itu bakal dipecat.

"Kita masih melakukan pemeriksaan dulu, karena ada beberapa saksi-saksi yang harus kita minta keterangan, kalau memang nanti keterangan nya terbukti, tentu sanksinya adalah kita lakukan kode etik dengan sanksi PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat)," terang Donald.

Donald pun menyebut petugas masih mendalami apakah ada kesepakatan hingga si pelapor mau dijemput oleh oknum itu di kos-kosannya. Sejauh ini, kata Donald, pelapor belum menjelaskan secara detail terkait hal itu.

"Ini masih kita dalami. Kalau dari keterangan pelapor sendiri bahwa memang untuk saat ini belum menjelaskan secara rinci apa kira- kira alasannya sehingga mereka bisa bersama- sama di dalam hotel untuk melakukan persetubuhan. Ini masih didalami," jelas Donald.

Selain itu, Donald menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan. Diduga benar si korban dalam kondisi hamil.

"Pada saat itu sesuai dengan keterangan yang kita dapatkan memang si korban dalam kondisi hamil," ucap Donald.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.