Round-Up

Kontroversi di Balik Tragedi Anjing Canon Mati

Tim detikcom - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 20:03 WIB
Awas anjing galak. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi anjing (Foto: Dikhy Sasra-detikcom)
Banda Aceh -

Kematian anjing bernama Canon saat dipindah dari Pulau Banyak ke daratan Aceh Singkil menjadi kontroversi. Anjing tersebut diduga mati gara-gara stres saat proses pemindahan.

Kasus ini mencuat dari unggahan viral salah satu pengguna Instagram. Akun tersebut mengunggah sejumlah foto dan video terkait Canon.

Pemilik akun mengunggah video proses penangkapan Canon oleh sejumlah petugas Satpol PP. Ada sejumlah petugas Satpol PP yang memegang kayu dan berdiri mengelilingi Canon.

Satu orang petugas tampak mengarahkan kayu ke rantai yang mengikat Canon. Anjing itu terlihat ditundukkan.

Pemilik akun menyebut peristiwa tersebut terjadi di Pulau Banyak, Aceh Singkil. Pemilik akun menyatakan anjing itu dimasukkan ke keranjang kecil, lalu dibawa pergi ke daratan. Dia menyebut anjing itu tak bisa bernapas, lalu mati.

"Oh Tuhan, aku disiksa sampai mati oleh orang-orang yang tadinya mau aku ajak berteman. Apa salahku? Mengapa menyiksaku sampai mati? Aku belum bertemu dengan tuanku. Dia tidak tahu aku ditangkap dan dibawa pergi, apalagi disiksa sampai mati. Seandainya dia ada di sini, pasti aku akan diselamatkannya," tulis pemilik akun menyertai foto dan video yang diunggahnya.

Satpol PP Beri Penjelasan

Satpol PP Aceh Singkil memberi penjelasan soal peristiwa yang viral itu. Kasatpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Singkil, Ahmad Yani, mengatakan anjing tersebut ditangkap setelah pihaknya menerima banyak keluhan soal keberadaan anjing di kawasan wisata halal itu.

"Masyarakat udah risi itu, udah banyak lapor ke kami, Dinas Pariwisata, dan camat melapor juga. Makanya kita bawa ke Singkil supaya tidak berada di pulau lagi, yang menjadi tempat wisata," ujar Kasatpol PP, Ahmad Yani, Sabtu (23/10/2021).

Ahmad Yani mengklaim anak buahnya telah melakukan penangkapan dan proses evakuasi sesuai prosedur. Dia juga mengaku keberatan anjing tersebut mati saat tiba di daratan Aceh Singkil.

"Saya juga keberatan kalau itu mati. Rencana kami itu dibawa ke Singkil, kemudian diserahkan lagi ke pemiliknya. Jadi tidak ada dibunuh, ngapain juga kita bunuh, binatang butuh hidup juga," ujarnya.

Simak video 'Anjing Juga Punya Hak untuk Hidup, Jangan Sakiti Dia!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.