Kritik Mengemuka soal Sanksi Wada Berujung Menpora Kirim Tim ke Eropa

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 06:40 WIB
Menpora Zainudin Amali
Menpora Zainudin Amali ( Foto: Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah pihak mengkritik pemerintah terkait sanksi dari World Anti-Doping Agency (WADA) kepada Indonesia. Menpora Zainudin Amali telah membentuk tim investigasi terkait sanksi tersebut, Zainudin mengatakan tim investigasi tersebut telah diberangkatkan ke Eropa untuk bernegosiasi.

Awalnya sejumlah pihak mengkritik insiden memalukan bendera Merah Putih tak bisa berkibar di Thomas Cup, sebagian mempertanyakan kinerja Menteri Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali. Kritikan itu datang dari sejumlah pihak seperti politisi hingga masyarakat.

Kini Menpora telah memberangkatkan tim investigasi ke Eropa untuk bernegosiasi, berikut ini perjalanan kasusnya.

Komisi X DPR Malu Kalau Merah Putih Sampai Dilarang di MotoGP Mandalika

Komisi X DPR menyebut akan memalukan jika Merah Putih juga dilarang di kejuaraan lain, termasuk MotoGP Mandalika. Komisi X menilai pihak Kemenpora harus berkomunikasi lebih lanjut dengan WADA terkait sanksi tersebut.

Untuk diketahui, Badan Antidoping Dunia (WADA) mengirim formal notice terkait status Indonesia yang dinilai tidak mengikuti standar test doping plan (TDP) pada 15 September 2021. WADA memberikan kesempatan 21 hari kepada Indonesia untuk memberikan klarifikasi. Jika klarifikasi tidak dilakukan, Indonesia akan menerima sanksi berupa pelarangan menyelenggarakan event olahraga internasional di Tanah Air ataupun pelarangan pengibaran bendera Merah Putih di luar negeri.

Sanksi resmi WADA pun jatuh, rencana penyelenggaraan event olahraga internasional di Indonesia seperti gelaran MotoGP Mandalika, Piala Dunia U-21, hingga Formula E juga terancam. Selain itu, dengan adanya sanksi resmi dari WADA ini, kesempatan Indonesia untuk ikut bidding berbagai turnamen internasional menjadi terancam.

"Kalau sampai MotoGP Mandalika saya kira memalukan kita sebagai bangsa. Sehingga Kemenpora dalam hal ini LADI harus segera berkomunikasi intensif dengan WADA tidak hanya puas dengan kata berjawab via surat," kata Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Abdul Fikri Faqih menyebut wajar Menpora meminta maaf karena itu diperlukan. Namun, dia meminta Menpora tak sekadar meminta maaf, tapi bekerja secara nyata menghadapi permasalahan ini.

"Permintaan maaf itu perlu karena banyak yang kecewa. Tapi tentu harus diikuti dengan usaha diplomasi yang maksimal ke WADA. Agar sanksi segera dicabut," katanya.

Selengkapnya halaman berikutnya.

Lihat Video: Atlet Pesilat Ini Sedih Bendera Indonesia Tak Berkibar di Thomas Cup

[Gambas:Video 20detik]