Seorang Senator Amerika Serikat (AS) Chris Murphy secara terang-terangan mengkritik keras Presiden Donald Trump, dengan menyebut Trump telah kalah dalam perang melawan Iran. Murphy berargumen bahwa pertempuran yang terus berlanjut justru melemahkan AS, namun di sisi lain memperkuat Iran.
Dalam kritikannya, seperti dilansir Anadolu Agency dan The Independent, Senin (10/8/2026), Murphy menyoroti ketidakmampuan Trump dalam mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran secara permanen. Upaya diplomasi untuk mengakhiri perang sejauh ini belum membuahkan hasil konkret.
Dia mengatakan bahwa semakin jelas Trump akan terpaksa menerima kesepakatan yang "buruk" demi menarik AS keluar dari konflik tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, Donald Trump telah kalah dalam perang ini," kata Murphy yang merupakan Senator Connecticut dari Partai Demokrat, saat berbicara kepada media terkemuka AS, NBC.
"Amerika menjadi lebih lemah. Iran menjadi lebih kuat," cetusnya.
Pernyataan ini disampaikan Murphy menyusul laporan Wall Street Journal (WSJ) yang menyebut bahwa Trump sedang mempertimbangkan langkah, yang pada dasarnya merupakan pengakuan kekalahan atas salah satu tujuan militer utama AS: mengamankan kesepakatan untuk memusnahkan material nuklir Iran yang tersisa dan memberlakukan pembatasan hukum terhadap kemampuan pengayaan uranium dan pengembangan nuklir Teheran di masa mendatang.
Menurut WSJ, Trump secara pribadi telah melontarkan gagasan kepada para stafnya bahwa dia bahkan mempertimbangkan untuk menerima kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz, tanpa menuntaskan masalah nuklir Iran.
Dalam wawancara dengan program NBC "Meet the Press", Murphy mengatakan bahwa dirinya bahkan akan mendukung "kesepakatan yang buruk" demi mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.
Menurut Senator AS ini, biaya untuk membuka kembali jalur perairan strategis tersebut terus meningkat seiring dengan buntunya perundingan damai. Para pejabat Iran, berdasarkan laporan The Washington Times, telah menuntut pembayaran ganti rugi, pencabutan sanksi, dan penghentian operasi militer AS.
"Perang ini harus diakhiri karena setiap hari perang terus berlanjut, Amerika menjadi semakin lemah, Iran semakin kuat, dan masyarakat di Amerika Serikat semakin dirugikan akibat harga-harga yang terus melonjak naik," tegas Murphy.
Dia menambahkan bahwa dirinya akan menentang pendanaan untuk melanjutkan perang, namun akan mendukung pengisian kembali persediaan amunisi AS setelah konflik berakhir.
Saksikan Live DetikSore :
Simak juga Video 'Menlu Iran: Saat Ini, Kami Tidak Sedang Bernegosiasi dengan AS':










































