Bocah SD Sumsel Patah Leher Usai Diduga Dikeroyok di Sekolah

Prima Syahbana - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 17:02 WIB
Bocah SD di Sumsel alami patah tulang usai diduga dikeroyok di sekolah
Bocah SD di Sumsel alami patah tulang setelah diduga dikeroyok di sekolah. (Dok. Istimewa)
Palembang -

Bocah SD berusia 12 tahun berinisial AF di Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel), hanya bisa terbujur kaku di rumah sakit (RS). Dia mengalami patah leher setelah diduga dikeroyok temannya di sekolah.

"Iya benar, saat ini korban masih terbujur kaku di rumah sakit akibat patah leher dan saraf yang dia alami. Informasi korban akan menjalani operasi," kata Kasat Reskrim Polres Musi Rawas AKP Alex Andrian saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (14/10/2021).

Siswa kelas V SD Negeri di Kecamatan Selangit, Musi Rawas, itu menjadi korban pengeroyokan oleh temannya pada Senin (11/10) di sekolah. Hingga hari ini, dia masih terbujur kaku diduga akibat dikeroyok tiga kakak kelasnya dan satu adik kelasnya.

"Korban dan pelaku awalnya cuma berkelahi. Saat berkelahi korban jatuh dan lehernya terbentur lantai hingga mengakibatkan cedera berat tersebut," katanya.

Saat ini, kata Alex, pihaknya terus menyelidiki penyebab kejadian itu. Termasuk mengambil keterangan orang tua korban, pelaku, guru, serta kepala SD tersebut.

"Kita terus selidiki, semua kita panggil, mulai dari orang tua pelaku dan korban juga guru dan kepala sekolahnya," terangnya.

Ibu AF, Novi (41), menjelaskan, saat kejadian itu, dia sedang bekerja menyadap karet di kebun. Kemudian ayahnya (kakek korban) datang ke kebun menyuruhnya segara pulang.

"Bapakku ngomong, pulanglah dulu, anakmu dikeroyok orang di sekolah," kata Novi.

Novi yang kaget, langsung bergegas pulang, lalu dia mengecek ke sekolah. Namun ternyata korban sudah dibawa ke puskesmas terdekat.

"Aku langsung ke puskesmas, melihat anak saya sudah dalam keadaan tidak sadar dan memakai alat bantu oksigen," ungkapnya.

Karena khawatir, dengan dibantu pihak sekolah langsung dibawa ke RSUD Dr Sobirin di Kota Lubuklinggau. Setelah beberapa waktu mendapatkan perawatan, anaknya kemudian dipindahkan ke ruang ICU.